SERANG | TR.CO.ID
Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah, menyoroti dugaan pelecehan seksual berupa perekaman video di toilet perempuan yang melibatkan seorang mahasiswa di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Dimyati menegaskan pentingnya pemisahan fasilitas toilet antara laki-laki dan perempuan, termasuk di lingkungan kampus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Fasilitas toilet laki-laki dan perempuan harus dipisah,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Ia menyatakan akan menyampaikan hal tersebut kepada Rektor Untirta, Fatah Sulaiman, sebagai bahan evaluasi.
“Nanti akan kami sampaikan kepada pihak kampus,” katanya.
Terkait dugaan kasus tersebut, Dimyati meminta agar penanganan dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Ia juga menegaskan pentingnya penegakan disiplin di lingkungan pendidikan.
Sementara itu, Salah satu mahasiswa Untirta yang tak ingin disebutkan namanya mengungkapkan, TKP perekaman diam-diam yang dilakukan pelaku di toilet gedung B Untirta Pakupatan memanglah tak dipisah.
“Iyah (tak dipisah), cuma beda di toilet mahasiswa dan dosen saja,” ujarnya.
Sebelumnya, kasus dugaan perekaman tersebut telah dilaporkan ke Kepolisian Daerah Banten pada Kamis (2/4/2026). Pelapor diketahui berinisial LK yang berprofesi sebagai dosen, sedangkan terlapor berinisial MZ.
Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. (hed/fb/dam)









