Warga Keluhkan Penampungan Sampah di Kayu Bongkok

Selasa, 21 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG | TR.CO.ID

Keberadaan tempat penampungan sampah diduga ilegal di Kampung Tegal Sari RT 01/03 Desa Kayu Bongkok, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang dikeluhkan warga setempat.

Pasalnya, sampah yang diduga berasal dari luar kabupaten Tangerang itu kerap menimbulkan bau tak sedap hingga keberadaanya dinilai sangat mengganggu dan bisa merusak lingkungan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saripudin (48) salah satu warga yang tinggal tidak jauh dari tempat penampungan sampah ilegal itu mengungkapkan ia dan warga lainnya merasa resah dengan bau tak sedap yang berasal dari tumpukan sampah tersebut.

“Kalau memang ini dibiarkan makin hari sampah itu makin menumpuk karena sisa pemilahannya itu tidak dibuang ketempat yang seharusnya, lama-lama kan nambah parah baunya,” ungkap Saripudin kepada Wartawan, Senin (20/11/23).

Buktinya saja lanjut Sarip belum musim penghujan saja sudah banyak lalat yang berterbangan dan menemplok dimakanan apalagi nanti saat musim penghujan tiba dipastikan akan lebih banyak lalat.

Baca Juga:  Andra Soni-Dimyati Janjikan Sekolah Gratis

“Makannya saya inisiatif laporan kewartawan agar lapak pengepul sampah itu bisa segera ditutup kalau dibiarkan dampak kesannya lebih parah bisa mengundang banyak lalat dan kami yakin bisa membawa banyak penyakit kepada masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut Sarip mengungkapkan, meski persoalan sampah tersebut sudah dilaporkan dan pemerintah Desa Kayu Bongkok sudah mengunjunginya akan tetapi lapak pengepul sampah ilegal itu tetap beroperasi.

“Saya minta kepada Dinas DLHK Kabupaten Tangerang dan Satpol PP Kabupaten Tangerang agar segera bertindak melakukan penutupan kepada lapak pengepul sampah ilegal yang saat ini menjadi keluhan kami,” jelasnya.

Senada warga lainnya yang minta namanya tidak disebutkan mengatakan, dampak dari adanya lapak pengepul sampah diduga ilegal itu selain bau adalah banyaknya lalat hijau yang beterbangan masuk kedalam rumah warga.

Baca Juga:  Plh Sekda Buka Kegiatan Peringatan Harganas ke 31

“Tidak hanya malam, siang juga kalau anginnya mengarah ke rumah kecium baunya apalagi kalau malam istirahat juga keganggu,” kata warga tersebut.

Dia juga mengatakan sebelum adanya lapak sampah ilegal di wilayahnya itu tidak ada lalat hijau yang beterbangan.

“Saya berharap kepada pemerintah bisa menutup tempat sampah itu seperti permintaan masyarakat lainnya karena memang mengeluhkan hal yang sama,” tutup dia.

Sementara salah satu supir pengangkut sampah saat ditemui dilokasi pengepulan mengaku sampah yang dibawanya itu berasal dari Kota Tangerang.

“Sampah dari kelurahan Karawaci saya mah hanya disuruh buang kesini pokonya saya mah disuruh dibuang saja kesini sama bapak joni kita mah tinggal ngikutin perintah doang,” tutup Supir pengangkut sampah.

Penulis : ril

Editor : dam

Berita Terkait

Resmikan Jembatan dan Gentengisasi, Maryono: Wujud Kolaborasi Hadirkan Solusi bagi Warga
Hari Buruh 2026, Sachrudin: Terus Berkolaborasi Wujudkan Kesejahteraan Bersama
Membangun Generasi Muda yg Religius ,STQ Kecamatan Benda 2026 Di Gelar
Lewat Majelis Taklim, Maryono Ajak Masyarakat Terus Tebar Nilai Kebaikan
Tutup Pelatihan Bela Negara PPPK, Maryono Tekankan Mental Pejuang dalam Birokrasi
Pemkot Tangerang Kebut Perbaikan Jalan Raya Sangego-Bayur di Periuk
Penguatan Jiwa Bela Negara, Sachrudin Tekankan PPPK Harus Total Layani Masyarakat
Dari Tangerang untuk Aceh: Renovasi Tiga Masjid Pascabencana Jadi Simbol Solidaritas dan Harapan
Berita ini 178 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:55 WIB

Resmikan Jembatan dan Gentengisasi, Maryono: Wujud Kolaborasi Hadirkan Solusi bagi Warga

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:46 WIB

Hari Buruh 2026, Sachrudin: Terus Berkolaborasi Wujudkan Kesejahteraan Bersama

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:35 WIB

Membangun Generasi Muda yg Religius ,STQ Kecamatan Benda 2026 Di Gelar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:27 WIB

Lewat Majelis Taklim, Maryono Ajak Masyarakat Terus Tebar Nilai Kebaikan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:26 WIB

Tutup Pelatihan Bela Negara PPPK, Maryono Tekankan Mental Pejuang dalam Birokrasi

Berita Terbaru