Heboh : Kontroversi Lelang Ada Apa Lelang Perumda TB?

Kamis, 19 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG | TR.CO.ID

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Benteng (TB) atau yang dahulunya dikenal dengan sebutan PDAM Kota Tangerang masih melakukan pembangunan jaringan distribusi air bersih di wilayah tengah dan barat Kota Tangerang, Rabu (18/12/2024).

Namun, belakangan kebijakan itu menjadi sorotan dan menuai kritik tajam dari berbagai kalangan. Pasalnya, kegiatan lelang proyek diduga dilakukan dengan ‘mode senyap’ alias secara diam-diam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proyek yang meliputi beberapa kecamatan ini memiliki nilai fantastis, yaitu mencapai Rp 2,4 triliun. Kegiatan itu pun disorot karena dinilai dapat berpotensi merugikan masyarakat Kota Tangerang.

Diketahui, proyek tersebut dilelang menjelang akhir masa jabatan Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah, yang hanya tersisa enam bulan lagi.

Selain itu, PDAM TB pada saat itu tidak memiliki direktur utama setelah almarhum Sumarya meninggal dunia.

Aktivis gerakan Kota Tangerang, Septian Prasetiyo menyindir kalau proyek itu terkesan dipaksakan dan sarat kepentingan pihak tertentu.

Ia menyoroti rekam jejak investasi PDAM TB yang dianggap cukup membebani keuangan perusahaan, termasuk kerja sama dengan PT Moya Indonesia.

Sebab, kata dia, utang PDAM TB untuk membeli air curah dari PT Moya saja sudah mencapai Rp 6 miliar per bulan. Namun informasi terkait ini sangat minim, seolah-olah PDAM TB adalah perusahaan pribadi.

Baca Juga:  Sekda Minta OPD Gercep, Targetkan Percepatan Pengadaan Barang Jasa

“Dengan APBD Kota Tangerang mencapai Rp 5 triliun, pemkot sebenarnya mampu mendanai proyek ini secara bertahap tanpa perlu melibatkan investasi besar yang membebani PDAM TB,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.

Sayangnya, pihak Perumda TB Kota Tangerang belum dapat dikonfirmasikan terkait hal tersebut.

“Masih rapat om,” ungkap Budi, Manager Hublang Perumda TB Kota Tangerang, Rabu (18/12/2024).

Sejumlah pertanyaan berkaitan dengan pipanisasi zona 2 dan 3 pun sudah dilayangkan kepada Humas Perumda TB Kota Tangerang. Sampai berita ini dilansir, belum ada jawaban maupun keterangan resminya.

Sebagai informasi, proyek dimaksud adalah mencakup pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan skema Build Rehabilitate Operate Transfer (BROT) + Build Transfer (BT) senilai Rp 1,93 triliun serta Kredit Berbayar Angsuran (KBA) senilai Rp 468 miliar.

Kerja sama BROT dan BT direncanakan berlangsung selama 30 tahun, sementara kontrak KBA untuk SPAM Regional Karian-Serpong akan berlangsung selama 25 tahun.

Kesepakatan tersebut dilakukan hanya beberapa hari menjelang berakhirnya masa jabatan Walikota dan Wakil Walikota Tangerang pada 26 Desember 2023.

Baca Juga:  Penanganganan Sampah di Kabupaten Tangerang akan Gunakan TPS 3R

Wilayah Sasaran Proyek

Sebagai informasi, proyek tersebut difokuskan pada pembangunan jaringan perpipaan dan peningkatan kapasitas air bersih di Zona 2 dan Zona 3.

Wilayah Zona 2 mencakup wilayah Kecamatan Karawaci, Cibodas, Jatiuwung, dan Periuk. Sedangkan, Zona 3 meliputi Kecamatan Karang Tengah, Pinang, Larangan, serta Ciledug.

Transparansi dan Akuntabilitas Dipertanyakan

Diketahui, sejak tahun 2012, PDAM TB telah melakukan kerja sama dengan PT Moya Indonesia dalam skema Build Operate Transfer (BOT) selama 20 tahun.

Namun, perjanjian ini sempat terganggu akibat pencabutan UU No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air oleh Mahkamah Konstitusi pada tahun 2015.

Meski kerja sama dilanjutkan pada 2016, sejumlah pihak masih mempertanyakan transparansi dan dampaknya terhadap keuangan perusahaan.

Publik berharap Pemkot Tangerang dan PDAM TB dapat memberikan penjelasan lebih rinci untuk memastikan proyek ini tidak merugikan masyarakat.

Sementara itu, ketika ditanya terkait masalah ini Dodi Efendy Dirut Perumdam Tirta Benteng enggan berkomentar begitupun dengan Manajer Hublang Perumdam Tirta Benteng Budi. (hmi/ali/ris/dam)

Berita Terkait

Tak Lolos SD Negeri, Anak di Kota Tangerang Tetap Bisa Sekolah Gratis di Puluhan SD dan MI Swasta
Pemkot Tangerang Percepat Penanganan Keluhan Warga Lewat Evaluasi Kewilayahan
BPBD Kota Tangerang Ingatkan Warga Waspadai Perubahan Cuaca, Hujan Ringan Masih Berpotensi Terjadi
Sky Bridge Batuceper-Poris Plawad Ditargetkan Mulai Dibangun 2027
Pemkot Tangerang Tuntaskan Perbaikan Akses Jalan RSUD Kota Tangerang
Maryono Minta ASN Kota Tangerang Gaspol Tingkatkan Kinerja di Semester II 2026
Pemkot Tangerang Matangkan Penataan Jalan Kiasnawi, Fokus Atasi Macet dan Dongkrak Wisata
Sachrudin Pastikan Pemkot Tangerang Kawal Sensus Ekonomi 2026 Hingga Tingkat RT/RW
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 16:20 WIB

Tak Lolos SD Negeri, Anak di Kota Tangerang Tetap Bisa Sekolah Gratis di Puluhan SD dan MI Swasta

Senin, 15 Juni 2026 - 16:16 WIB

Pemkot Tangerang Percepat Penanganan Keluhan Warga Lewat Evaluasi Kewilayahan

Senin, 15 Juni 2026 - 14:18 WIB

BPBD Kota Tangerang Ingatkan Warga Waspadai Perubahan Cuaca, Hujan Ringan Masih Berpotensi Terjadi

Senin, 15 Juni 2026 - 14:15 WIB

Sky Bridge Batuceper-Poris Plawad Ditargetkan Mulai Dibangun 2027

Senin, 15 Juni 2026 - 14:12 WIB

Pemkot Tangerang Tuntaskan Perbaikan Akses Jalan RSUD Kota Tangerang

Berita Terbaru

Pemerintahan

Sky Bridge Batuceper-Poris Plawad Ditargetkan Mulai Dibangun 2027

Senin, 15 Jun 2026 - 14:15 WIB