TANGERANG | TR.CO.ID
Sejumlah pengecer atau warung kelontong di Kota Tangerang mulai kembali menjual gas elpiji 3 kg bersubsidi seiring dengan kebijakan pemerintah yang mengubah status pengecer menjadi sub-pangkalan sebagai distributor resmi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Jumat (7/2/2025), beberapa warung di Jalan Soleh Ali, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, telah menjajakan kembali gas melon bersubsidi. Salah satu pemilik warung, Fatimah, mengungkapkan bahwa dirinya mulai menjual elpiji 3 kg sejak sehari sebelumnya dan saat ini memiliki stok sekitar 10 tabung dengan harga jual Rp22 ribu per tabung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya dibatasi hanya 10 tabung setiap harinya dari pangkalan. Tapi memang yang saya dengar belum semua pengecer mendapatkannya, karena distribusinya masih dilakukan secara bertahap hingga merata,” ujar Fatimah.
Hal serupa juga terjadi di bilangan Margasari, di mana sejumlah pengecer mulai menjual kembali elpiji bersubsidi. Pemilik Warung Egi menyatakan bahwa dirinya telah menerima 19 tabung dari pangkalan untuk dijual kepada masyarakat.
“Dari pangkalan masih ada pembatasan untuk pengecer. Mereka juga harus mengakomodasi warga yang membeli langsung ke pangkalan. Jadi, kami pengecer hanya diberikan jumlah tertentu untuk dijual,” jelas Egi.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Tangerang menyatakan dukungan penuh terhadap instruksi Presiden Prabowo yang disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, terkait perubahan status pengecer menjadi sub-pangkalan. Kebijakan ini diharapkan dapat memperbaiki pola distribusi gas elpiji bersubsidi sehingga lebih tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Saat ini, di Kota Tangerang terdapat 52 agen dan 1.100 pangkalan resmi yang menyediakan gas elpiji 3 kg dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp19 ribu per tabung. Pemkot Tangerang masih menunggu aturan lebih lanjut terkait sub-pangkalan agar pengecer dapat menjual dengan harga yang telah ditetapkan secara resmi.
(ris/dam)









