PANDEGLANG | TR.CO.ID
Tiga Menteri Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Desa Kertasana, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Kamis (8/5), dalam rangka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih serta Pencanangan Desa Ekspor Provinsi Banten.
Ketiga menteri yang hadir yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Zulkifli Hasan, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Sebelum kegiatan Rakorda, para menteri meninjau budidaya ikan hias koki yang telah sukses menembus pasar ekspor internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Menko Perekonomian Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pembentukan Koperasi Merah Putih atau Koperasi Desa merupakan salah satu program prioritas nasional. “Presiden tidak ingin desa tidak makmur, tidak sehat, tidak cerdas, dan masih mengalami kekurangan gizi. Untuk itu, koperasi desa menjadi bagian dari upaya mencapai swasembada pangan,” ujarnya.
Zulkifli menjelaskan, Koperasi Merah Putih dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi desa. Setidaknya ada enam program utama dalam pengelolaan koperasi tersebut, yakni warung sembako, klinik desa dan apotek, bidang usaha produktif, agen LPG, pusat bantuan masyarakat, serta gudang logistik.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa setiap koperasi desa akan mendapat anggaran sebesar Rp5 miliar, dengan total anggaran nasional mencapai Rp400 triliun. “Ini bukan bagi-bagi uang. Kehadiran koperasi desa bertujuan memangkas rantai distribusi yang panjang dan menghindarkan masyarakat dari jeratan rentenir,” jelasnya.
Bupati Pandeglang, Irna Narulita, menyampaikan apresiasinya atas ditunjuknya Pandeglang sebagai lokasi peluncuran program strategis tersebut. Ia berharap keberadaan koperasi desa dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. “Kami siap berpartisipasi dalam mensukseskan program Presiden menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Menteri Perdagangan RI Diyah Roro Esti, Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria, Pj Gubernur Banten Andra Sonni, Forkopimda Banten, Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi, serta unsur Forkopimda Pandeglang lainnya. (Ian)









