SERANG | TR.CO.ID
Protes warga lingkungan Sukadana 1 dan Sukadana 2, kecamatan Kasemen Kota Serang menolak rencana penggusuran yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Serang. Protes tersebut dengan cara orasi dan menutup jalan dari dan menuju Kasemen, Rabu (2/7/2025).
Pantauan di lokasi, ratusan warga terlihat menutup akses jalan utama Kasemen dengan membakar ban bekas. Mereka membentangkan spanduk dengan tulisan “No gusur No Party. Minta dukungan ke rakyat. Dikira bakal ngerti. Nggak tahunya lupa diri,”. Kemacetan panjang mengular hingga beberapa kilometer. Aparat Kepolisian dan dari unsur Koramil terlihat dilokasi mengantisipasi kondisi yang tidak diinginkan.
Beberapa warga kebanyakan ibu ibu menangis rumahnya akan digusur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ingin kerja pakai uang. Rumah kami mau digusur. Terus tinggal dimana saya?Sedangkan saya belum bekerja. Ingat, Hukum karma itu ada pak. Kami Nggak mau digusur..Ya Alloh,”kata beberapa warga sambil menangis.
Di tempat yang sama, beberapa warga lainnya juga berkeinginan menolak relokasi. Menurut mereka, seharusnya Pemerintah Kota Serang mencarikan solusi dulu dan bicara dari hati ke hati dengan masyarakat. Selanjutnya sedikit demi sedikit difasilitasi tempatnya dan gratis selama ditempati setelah itu baru bisa melakukan tindakan penggusuran.
Hingga berita ini diterbitkan, ratusan warga Sukadana masih berkumpul di lokasi dan menutup akses jalan meski satuan Polisi Pamong Praja sudah berada di lokasi jalan. (Mur).









