SERANG | TR.CO.ID
Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan bahwa pemuda harus berperan aktif dalam pembangunan daerah dan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga pelopor perubahan serta mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kemajuan daerah.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten, yang mengusung tema “Kolaborasi Pemuda Banten untuk Pembangunan Daerah yang Inovatif, Produktif dan Berdaya Saing”, di Gedung Pemuda Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Sabtu (20/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Dimyati, Rakerda KNPI diharapkan mampu menghasilkan visi, misi, serta rencana aksi strategis yang dapat mendukung pembangunan daerah.
“Rakerda ini diharapkan dapat menghasilkan visi, misi, dan rencana aksi strategis ke depan, khususnya terkait pembangunan di Banten. Karena Banten harus mendapatkan dukungan dari pemuda,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa pembangunan daerah harus diarahkan pada penguatan pelayanan publik serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, di mana pemuda memiliki peran penting sebagai perekat persatuan di tengah dinamika sosial.
“Pembangunan harus ke arah public utility. Pemuda harus menjadi isolator dan perekat,” katanya.
Dimyati juga menjelaskan bahwa pemuda memiliki peran strategis sebagai pelopor perubahan, sumber energi pembangunan, serta memiliki moral dan idealisme yang tinggi.
“Pemuda itu pelopor, energi pembangunan, memiliki moral dan idealisme yang tinggi, unggul, berdedikasi, serta aktif. Karena itu pemuda jangan hanya diam, harus lebih aktif,” ungkapnya.
Ia berharap pemuda dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam merumuskan program yang berdampak bagi masyarakat.
“Pemuda harus berkontribusi dalam memberikan arah pembangunan ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP KNPI, Ali Hanafiah, mengajak generasi muda untuk terus berkiprah dan mengambil peran dalam berbagai bidang pembangunan. Menurutnya, pemuda harus menjadi garda depan sekaligus pemersatu bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada. Ia juga mendorong kolaborasi antara pemuda dan pemerintah dalam mengembangkan sektor-sektor strategis, termasuk ketahanan pangan.
“Ini sebagai bagian dari kontribusi nyata generasi muda terhadap pembangunan daerah dan nasional,” paparnya. (hed/dam/hmi)









