Kukerta UIN SMH Bersama BAZNAS Gagas Kampung Siaga Bencana di Desa Pancanegara

Kamis, 31 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERANG | TR.CO.ID

Bangun kesadaran mitigasi bencana di tingkat masyarakat, mahasiswa Kelompok 37 Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Reguler UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten kolaborasi dengan BAZNAS Tanggap Bencana Republik Indonesia, adakan Pelatihan dan Edukasi Kampung Tanggap Bencana di Desa Pancanegara, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.

Kegiatan diikuti lebih dari 25 peserta diantaranya tokoh masyarakat, ketua RT/RW, ibu-ibu PKK, dan unsur warga lainnya. Dengan pendekatan partisipatif, pelatihan berlangsung secara interaktif dan disambut antusias oleh seluruh peserta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Materi difokuskan pada pentingnya kesadaran bencana, prosedur evakuasi darurat, serta peran masyarakat dalam membentuk sistem siaga bencana berbasis lokal.

Dosen Pembimbing Lapangan Kukerta, Fina Fitratun Amaliyah mengungkapkan harapannya agar, pelatihan dapat menjadi langkah awal terbentuknya sistem siaga dini di desa.

Baca Juga:  Polda Banten Sidak 28 Tambang di Serang

“Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya sistem siaga bencana berbasis masyarakat, mengingat potensi bencana alam bisa datang kapan saja tanpa tanda,” ujarnya.

Diskusi berlangsung aktif diantaranya menyoroti berbagai aspek teknis, termasuk salah satu pertanyaan menarik dari peserta mengenai kebutuhan struktur koordinatif dalam sistem evakuasi desa:

“Apakah pembentukan kampung tanggap bencana perlu disertai dengan pembagian wilayah koordinatif untuk evakuasi?”

Pertanyaan tersebut menjadi indikator kuat bahwa masyarakat mulai memahami urgensi perencanaan kebencanaan secara menyeluruh, bukan sekadar seremonial.

Sebagai bagian dari implementasi materi pelatihan, warga bersama tim Kukerta memproduksi tiga poster edukatif sebagai sarana penyadaran dan kesiapsiagaan bencana:

Sistem Peringatan Dini: Panduan langkah cepat saat terjadi gempa bumi, banjir, atau bencana lainnya.

Baca Juga:  Banten Siap Hadapi Mudik 2026, Empat Pelabuhan Dioptimalkan

Struktur Tim Siaga Bencana: Skema pembagian peran dan tanggung jawab RT/RW serta tokoh masyarakat.

Peta Kampung Pancanegara: Penandaan titik evakuasi, jalur aman, dan lokasi rawan bencana.

“Poster ini akan dipasang di ruang-ruang publik seperti balai desa dan pos ronda agar dapat diakses seluruh warga setiap saat,” tandasnya.

Sebagai tindak lanjut, Kukerta 37 akan menyelenggarakan kegiatan lanjutan pada Sabtu, 9 Agustus 2025, berupa Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Tanggap Bencana dan Simulasi Evakuasi. Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi antarwarga, membentuk satuan tugas lokal, serta memastikan kesiapan warga dalam menghadapi potensi bencana.

Kegiatan ditutup dengan dokumentasi bersama, serta penandatanganan komitmen awal warga untuk terus mengembangkan Kampung Tanggap Bencana Pancanegara secara berkelanjutan, dengan pendampingan dari mahasiswa dan aparatur desa. (hed/tmn/dam)

Berita Terkait

Gubernur Banten Deklarasikan SPMB Bersih dan Adil
Dua Debt Collector Dibekuk, Aniaya Personel Brimob
Pendidikan Banten Tunjukkan Tren Positif
Dinkes Banten Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Eliminasi TBC
DOB Cilangkahan Kian Dekat
Kapolda Banten Jalin Silaturahmi Kamtibmas Bersama PWI Banten
SPMB Banten, Tak Ada Titipan! SPMB Banten Harus Adil
Dua Pengedar Obat Keras Dibekuk, Polisi Kejar DPO
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:50 WIB

Gubernur Banten Deklarasikan SPMB Bersih dan Adil

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:48 WIB

Dua Debt Collector Dibekuk, Aniaya Personel Brimob

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:46 WIB

Pendidikan Banten Tunjukkan Tren Positif

Senin, 25 Mei 2026 - 14:03 WIB

Dinkes Banten Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Eliminasi TBC

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:39 WIB

DOB Cilangkahan Kian Dekat

Berita Terbaru