TANGSEL | TR.CO.ID
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan, Bambang Noertjahjo, mendampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 Tangerang Selatan, yang berlokasi di Gedung Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Jalan Raya Serpong KM 12, Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, kemarin.
Suasana penyambutan berlangsung meriah dengan penampilan seni dari para siswa SRMA 33 Tangsel yang menambah semarak kegiatan kunjungan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan itu, Sekda Bambang mengungkapkan rasa bangganya atas keberadaan Sekolah Rakyat di wilayah Tangerang Selatan yang dinilai menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
“Warga Tangsel patut berbangga karena saat ini kita memiliki sekolah rakyat, meskipun pengelolaannya di bawah provinsi. Kehadirannya tetap menjadi kebanggaan bagi daerah kita,” ujar Bambang, dikutip Wartawan, Senin (20/10/15)
Ia menambahkan, beberapa peserta didik di SRMA 33 merupakan warga Tangsel yang sebelumnya sempat putus sekolah. Dengan adanya program ini, mereka kini kembali dapat melanjutkan pendidikan menengah dengan fasilitas yang memadai.
“Di sini para siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga disediakan tempat tinggal dan makan secara teratur. Ini hal yang luar biasa bagi anak-anak yang sebelumnya belum sempat menikmati fasilitas seperti ini. Kami sangat mengapresiasi program ini,” jelasnya.
Bambang juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat, khususnya kepada Presiden Prabowo Subianto, yang telah meluncurkan program Sekolah Rakyat sebagai upaya pemerataan akses pendidikan di Indonesia.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memperlihatkan perkembangan operasional sekolah rakyat kepada Sekretaris Kabinet Mayor Teddy Indra Wijaya.
“Salah satunya ada di Tangerang Selatan. Kita bersyukur Pak Teddy bisa hadir langsung, karena sejak awal beliau juga ikut mengawal penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” ujar Saifullah.
Ia menambahkan, program Sekolah Rakyat yang dimulai pada Juli lalu telah berjalan di 165 titik di seluruh Indonesia.
“Sebanyak 63 titik dibuka pada Juli, 37 titik pada Agustus, dan 65 titik pada September. Secara umum, seluruh sekolah rakyat yang telah beroperasi menunjukkan perkembangan yang positif,” tutupnya. (det/dam)









