TANGERANG | TR.CO.ID
Rumah Duka Family Care yang berada di kawasan Rumah Sakit Sitanala diduga telah dipindahtangankan oleh oknum pengurusnya kepada pihak lain. Padahal, fasilitas tersebut dibangun dari dan oleh dana umat untuk kepentingan pelayanan kepada masyarakat.
Santa, salah satu umat sekaligus pengguna layanan Rumah Duka Family Care, mengungkapkan bahwa terdapat oknum yang secara sepihak melakukan oper alih kontrak kepada pihak Pabiwana Mulia Persada tanpa sepengetahuan dan persetujuan yayasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi kejadian ini tanpa ada persetujuan dari pengurus Yayasan Gerald Nusa Abadi Jaya selaku yayasan yang membangun Rumah Duka Family Care,” ujar Santa, Rabu (19/11/2025).
Santa menambahkan, pihaknya sangat berharap agar Rumah Sakit Sitanala mengambil sikap tegas terhadap oknum yang dianggap bertindak di luar aturan dan merugikan umat.
“Rumah Sakit Sitanala harus menyatakan sikap dengan cara memutus kerja sama dengan oknum yang sudah membuat kegaduhan. Padahal Rumah Duka ini untuk umat, dan oknum tersebut terindikasi menyalahgunakan dana umat,” tegasnya.
Diketahui, Rumah Duka Family Care sebelumnya bekerja sama dengan Yayasan Gerald Nusa Abadi Jaya. Namun per 1 November 2025, pengelolaan disebut-sebut telah berpindah tangan kepada Yayasan Pawibana Mulia Persada secara sepihak.
“Padahal di kontrak kerja sama tidak boleh mensubkontrakkan kepada pihak ketiga,” pungkas Santa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Rumah Sakit Sitanala maupun oknum yang dituding melakukan pemindahtanganan belum memberikan keterangan resmi.(fj/hmi)









