Puskesmas Kunciran Baru Berikan Konseling Teknik Ibu Menyusui

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG | TR.CO.ID

Puskesmas Kunciran Baru, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang berupaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi melalui kegiatan kunjungan rumah. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah kunjungan rumah konseling teknik menyusui bayi kembar oleh petugas Konselor ASI.

Kepala Puskesmas Kunciran Baru drg. Anna Amelia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan langsung kepada ibu menyusui, khususnya ibu dengan bayi kembar, agar mampu menerapkan teknik menyusui yang benar, nyaman, dan efektif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

”Teknik menyusui yang tepat sangat penting untuk memastikan kebutuhan gizi bayi terpenuhi secara optimal melalui Air Susu Ibu (ASI),” jelas drg. Anna, Selasa (13/1/26).

Katanya, teknik menyusui yang benar memiliki berbagai manfaat, di antaranya mencegah puting lecet pada ibu, meningkatkan perlekatan menyusu yang kuat sehingga bayi merasa puas dan nyaman, membuat bayi lebih tenang, serta mengurangi risiko bayi muntah setelah menyusui.

Baca Juga:  DKP Sidak Surat Izin Praktik Dokter Hewan di Sejumlah Klinik

”Dalam konseling tersebut, petugas memberikan edukasi dan praktik langsung beberapa posisi menyusui bayi kembar yang dapat diterapkan sesuai kenyamanan ibu dan kondisi bayi,” katanya.

Melalui kegiatan kunjungan rumah ini, Puskesmas Kunciran Baru berharap para ibu menyusui, khususnya ibu dengan bayi kembar, semakin percaya diri dan mampu memberikan ASI secara optimal.

Adapun teknik yang disosialisasikan antara lain:

  1. Posisi Double Cradle Hold (posisi silang), yaitu ibu duduk sambil menimang kedua bayi di tangan kanan dan kiri, dengan posisi kaki bayi bersilang di depan perut ibu dan kepala bayi sejajar dengan payudara.
  2. Posisi Double Football Hold (gendong bola), dengan cara meletakkan bantal di bawah lengan ibu, posisi bayi berada di sisi kanan dan kiri perut ibu, sementara kaki bayi berada di belakang punggung ibu menyerupai posisi memegang bola football.
  3. Posisi Kombinasi (Cradle–Clutch), yaitu satu bayi disusui dengan posisi di ketiak (clutch) dan satu bayi lainnya dengan posisi cradle di pangkuan ibu.
  4. Posisi Berbaring Menyamping (side-lying), di mana ibu dan bayi berbaring miring saling berhadapan untuk memudahkan proses menyusui, terutama saat ibu membutuhkan posisi yang lebih rileks. (wil/dam)

Berita Terkait

Intan Dukung Kegiatan Olahraga Masyarakat di Tangerang
Puskesmas Turun ke Sekolah Jajanan Siswa Diperiksa
Dinkes Kota Tangerang Luncurkan “BUGAR MOVEMENT”, Dorong Budaya Hidup Sehat Pegawai
Penemuan Alat Deteksi Gizi MBG Berbasis AI
Susah Turun Berat Badan? Hindari 3 Jenis Makanan Ini Menurut Dokter Gizi!
Dinsos Lakukan Pengukuran 16 Penerima Kaki Palsu
Sukseskan Program Prioritas Nasional, Pemkot Tangerang Targetkan CKG Seluruh Pegawai
Anak Terkena Campak? Ini Panduan Perawatan di Rumah dari Dinkes Tangerang
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 14:18 WIB

Intan Dukung Kegiatan Olahraga Masyarakat di Tangerang

Jumat, 17 April 2026 - 15:03 WIB

Puskesmas Turun ke Sekolah Jajanan Siswa Diperiksa

Jumat, 17 April 2026 - 13:34 WIB

Dinkes Kota Tangerang Luncurkan “BUGAR MOVEMENT”, Dorong Budaya Hidup Sehat Pegawai

Kamis, 16 April 2026 - 18:06 WIB

Penemuan Alat Deteksi Gizi MBG Berbasis AI

Kamis, 16 April 2026 - 12:18 WIB

Susah Turun Berat Badan? Hindari 3 Jenis Makanan Ini Menurut Dokter Gizi!

Berita Terbaru