TANGERANG | TR.CO.ID
Peresmian Masjid Kasepuhan Tangerang Raya beserta Menara Masjid Kasepuhan Tangerang Raya dan Menara Majlis Kasepuhan Al-Istiqlaliyyah di Komplek Al-Istiqlaliyyah, Cilongok, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, berlangsung khidmat. Kegiatan yang dirangkai dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini dihadiri tujuh kerajaan Nusantara yang tergabung dalam Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN), unsur pemerintah daerah, Forkopimda Kabupaten Tangerang, para alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, santri, serta puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah.
Hadir dalam kesempatan tersebut Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan ke-23 Kerajaan Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung, PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong, SH., MH. Ia menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk memenuhi undangan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyyah, Al Mukarrom Abuya KH. Tohawi Romli Dimyati (Abah Entoh).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pangeran Edward menjelaskan, undangan tersebut berkaitan dengan peresmian Masjid Kasepuhan Tangerang Raya, Menara Masjid Kasepuhan Tangerang Raya, serta Menara Majlis Kasepuhan Al-Istiqlaliyyah. Ia menuturkan bahwa sejak dahulu, kakek Abuya KH. Tohawi Romli Dimyati pernah mewasiatkan bahwa suatu saat para raja Nusantara akan berkumpul di Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyyah Colongok, Pasar Kemis, Tangerang.
“Dalam rangka merealisasikan pesan tersebut, Abuya mengundang para raja dan kami hadir. Kami sangat bangga atas inspirasi besar untuk mengumpulkan raja-raja Nusantara guna membangun komitmen persatuan, kebudayaan, keagamaan, serta memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Pangeran Edward, kepada Harian Tangerang Raya.
Ia menambahkan, Indonesia merupakan negara yang sangat majemuk dengan wilayah kepulauan yang luas, terdiri dari 17.380 pulau. Menurutnya, kondisi tersebut sejatinya rentan karena archipelago state (negara kepulauan) namun Indonesia menjadi sebuah keajaiban dunia karena mampu menjaga persatuan dalam bingkai NKRI. Hal itu terwujud karena seluruh elemen bangsa terus merajut dan menjaga persatuan.
Salah satu upaya merajut persatuan tersebut, lanjutnya, dilakukan oleh Al Mukharom Abuya KH. Tohawi Romli Dimyati dengan mengumpulkan raja-raja, ulama, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen bangsa untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan nasionalisme, yang dilandasi nilai-nilai spiritual dan religius.
Dalam kesempatan itu, Pangeran Edward juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para raja dan sultan yang hadir, yakni dari Kesultanan Ternate, Kesultanan Gunung Tabur, Kesultanan Buton, Kesultanan Kacirobanan, Kesultanan Kaprabonan, Kerajaan Sumedang Larang, serta Kerajaan Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung. Kehadiran para raja tersebut, menurutnya, menjadi simbol kuat persatuan dan nilai keagamaan dalam momentum Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Ia juga mengungkapkan adanya rencana lanjutan dari Abuya KH. Tohawi Romli Dimyati untuk melakukan silaturahmi ke berbagai kerajaan di Nusantara serta memperkuat peran ulama di setiap wilayah. Upaya tersebut bertujuan menyatukan kekuatan ulama dan kerajaan dalam memperkokoh ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah.
Pangeran Edward berharap inspirasi besar ini dapat terus berkembang dan melibatkan seluruh kerajaan Nusantara. Ia juga mengharapkan dukungan pemerintah daerah di setiap provinsi agar keberagaman Indonesia semakin kokoh, tidak hanya melalui nilai nasionalisme, tetapi juga melalui kekuatan spiritual dan kearifan lokal.
Selain itu, ia berpesan kepada masyarakat agar terus mencintai dan menjaga nilai-nilai kearifan lokal sebagai jati diri bangsa. Dengan mengenal budaya, adat istiadat, dan warisan leluhur, menurutnya, rasa cinta terhadap tanah air akan semakin kuat.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyyah, Abuya KH. Tohawi Romli Dimyati atau Abah Entoh, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peresmian serta peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan dihadiri para tamu undangan dari berbagai daerah.
“Atas nama Pimpinan Masjid Kasepuhan Tangerang Raya, Menara Kasepuhan Al-Istiqlaliyyah, dan Majlis Kasepuhan Al-Istiqlaliyyah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para paduka kerajaan-kerajaan Nusantara, unsur pemerintah daerah, Forkopimda, serta seluruh tamu undangan yang hadir,” ujarnya.
Ia menegaskan, peresmian Masjid Kasepuhan Tangerang Raya dan Menara Masjid serta Majlis Kasepuhan Al-Istiqlaliyyah merupakan wujud nyata komitmen dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam. Abuya berharap kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.
Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan terima kasih atas undangan. Ia mengucapkan selamat memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad, SAW serta diresmikannya Masjid Kasepuhan Tangerang Raya beserta Menara Masjid Kasepuhan Tangerang Raya dan Menara Majlis Kasepuhan Al-Istiqlaliyyah
”Semoga bangunan ini dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan yang membawa berkah, ilmu yang bermanfaat baik dunia maupun akherat, bagi masyarakat Banten. Terima kasih sekali lagi dan semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita semua menjadi umat Nabi Muhammad SAW yang selalu Istiqomah, menjalankan perintah-Nya. Aamiin,” tuturnya.
Ditempat yang sama Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyampaikan salam hormat kepada para tamu undangan wabil khusus Paduka Kerajaan Nusantara yakni Kesultanan Ternate, Kesultanan Gunung Tabur, Kesultanan Buton, Kesultanan Kacirobanan, Kesultanan Kaprabonan, Kerajaan Sumedang Larang dan Kerajaan Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung serta yang mewakili kesultanan Banten.
Ia menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj dan peresmian Masjid Kasepuhan Tangerang Raya bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga pengingat akan pentingnya membangun peradaban yang berlandaskan iman, akhlak, dan persatuan.
“Masjid ini bukan sekadar bangunan fisik yang megah, melainkan rumah suci tempat sujud, pusat persaudaraan, serta mercusuar nilai-nilai keimanan dan peradaban. Dari masjid inilah diharapkan lahir doa-doa yang menguatkan dan langkah-langkah kebaikan bagi masyarakat,” ujarnya.
Maesyal Rasyid menambahkan, keberadaan Masjid Kasepuhan Tangerang Raya diharapkan menjadi pusat ibadah, dakwah, dan pembinaan umat, sekaligus memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat Kabupaten Tangerang.
“Mari kita makmurkan masjid ini bersama-sama. Semoga dari tempat ini tumbuh masyarakat yang berakhlak mulia, rukun, dan Kabupaten Tangerang senantiasa diberkahi Allah SWT,” pungkasnya. (dam)









