Kolaborasi Jadi Kunci Implementasi Kurikulum Merdeka di SMK

Kamis, 14 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASAR | TR.CO.ID

Implementasi Kurikulum Merdeka yang diterapkan untuk semua satuan pendidikan di Indonesia termasuk jenjang SMK. Harapannya, dengan langkah tersebut Indonesia mampu menghasilkan SDM yang unggul dalam berbagai bidang di masa depan. Salah satunya dengan cara memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih materi ilmu yang ingin mereka kuasai.

Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Wardani Sugiyanto, mengatakan sudah lebih dari 900 SMK menjadi Pusat Kurikulum Merdeka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mereka menerapkan Merdeka Belajar, guru diberikan kemerdekaan memberikan materi yang disesuaikan dengan kemampuan/bakat anak. Selain itu, guru juga menggunakan pembelajaran berdiferensiasi yang menghasilkan produk dari projek-projek yang dilakukan para siswa,” jelas Wardani pada sesi diskusi beberapa waktu lalu di Makassar.

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 15, pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Untuk hal itu, sekolah mempersiapkan para siswa dengan berbagai pelatihan sesuai dengan minat dan bakat mereka. Selain itu, sekolah juga harus terus berkolaborasi dengan industri untuk mendukung hasil karya para siswa.

Baca Juga:  SDN Bangun Jaya Sukses Melalui Penilaian Kinerja

Wardani menyampaikan bahwa pusat mendorong SMK Negeri untuk mendirikan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di satuan pendidikan. “Tahun ini, sudah lebih dari 300 SMKN yang kita dorong mendirikan BLUD dan sedang berproses, sedangkan SMK Swasta diharapkan mendirikan CV atau PT untuk menyalurkan produk-produk para siswa,” tambahnya.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi pilihan bagi sekolah untuk berkolaborasi memasarkan hasil karya para siswa. Penggunaan teknologi yang sederhana dan berani mengambil peluang dalam proses bisnisnya mampu menjadi alasan SMK untuk bermitra.

“Jika sekolah bermitra dengan UMKM, diharapkan akan terjalin kerja sama. Produk-produk Teching Factory (TEFA) bisa dipasarkan, ide-ide UMKM bisa ditangkap TEFA di sekolah sehingga produk-produk bisa dijual bersama,” kata Wardani.

Baca Juga:  Keluarga Besar PGRI Cikande Lakukan Haul Akbar

Sejalan dengan itu, untuk mendukung produk TEFA dan memperkaya program Bangga Buatan Indonesia untuk digunakan Kemendikbudristek berkolaborasi dengan Sistem Pengadaan Aplikasi Sekolah (SIPLah) agar dapat digunakan oleh jenjang pendidikan lainnya.

Terdapat tiga pilihan implementasi Kurikulum Merdeka, yaitu Mandiri Belajar, Mandiri Berubah, dan Mandiri Berbagi. Sekolah diberikan kebebasan untuk mengimplementasikannya sesuai dengan keadaan sekolah masing-masing.

Direktur SMK mengatakan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka yang berada “di ujung barat” sangat kuat, sehingga kapanpun anak dibawa ke industri pilihan akan diterima dan didesain bersama untuk pola pembelajarannya. Harapannya, para siswa akan lebih kompeten dengan latihan-latihan yang sudah disiapkan sesuai dengan kemampuan dan standar industri tersebut.

“Kemendikbudristek berharap dengan kurikulum merdeka yang sudah diimplementasikan di SMK dan adanya kolaborasi dengan industri mampu menghasilkan siswa yang siap bersaing secara global,” pungkas Wardani.

Penulis : fj/mas

Editor : dam

Berita Terkait

Tak Lolos SD Negeri, Anak di Kota Tangerang Tetap Bisa Sekolah Gratis di Puluhan SD dan MI Swasta
RAPOR SISWA, Ayah Jangan Absen Saat Pembagian Rapor
Benyamin Davnie Buka KMD 2026, Tekankan Integritas dan Perlindungan Peserta Didik
KMD Ciputat Timur 2026 Cetak Pembina Pramuka Berkarakter dan Inovatif
Sachrudin Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul
Pemkot Tangerang Perluas Akses Pendidikan Lewat Program Sekolah Swasta Gratis
Sachrudin-Maryono Perkuat Soliditas Forkopimda Jaga Stabilitas Kota Tangerang
Sinergi PMI Kota Tangerang dan Yayasan Amway Peduli, Salurkan Bantuan Alat Sekolah untuk Pelajar
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 10:25 WIB

RAPOR SISWA, Ayah Jangan Absen Saat Pembagian Rapor

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:19 WIB

Benyamin Davnie Buka KMD 2026, Tekankan Integritas dan Perlindungan Peserta Didik

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:15 WIB

KMD Ciputat Timur 2026 Cetak Pembina Pramuka Berkarakter dan Inovatif

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:10 WIB

Sachrudin Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Kolaborasi Cetak Generasi Unggul

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:52 WIB

Pemkot Tangerang Perluas Akses Pendidikan Lewat Program Sekolah Swasta Gratis

Berita Terbaru