JAKARTA | TR.CO.ID
Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Gibran Rakabuming Raka, dan Mahfud Md telah menyelesaikan debat cawapres, dan menurut Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, Gibran dinilai tampil prima dalam debat tersebut. Adi Prayitno menyebut bahwa ketiga cawapres berhasil memberikan tontonan perdebatan yang luar biasa.
Menurut Adi, Cak Imin tidak tampil seperti Anies Baswedan di debat perdana Pilpres 2024. Anies dianggap konsisten menunjukkan dari kubu perubahan, sedangkan menurut Adi, Cak Imin malam ini tidak menunjukkan hal tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Muhaimin memang tidak seperti Anies yang sejak awal agresif menunjukkan portofolio politiknya sebagai kubu perubahan yang sejak awal konsisten memberikan misalnya diferensiasi berbeda dengan Pak Prabowo Subianto,” kata Adi.
Adi Prayitno menilai bahwa satu-satunya serangan dari Muhaimin yang dianggap sebagai kubu perubahan adalah terkait diferensiasi dengan Prabowo Subianto.
Adi juga memberikan analisis terhadap penampilan Mahfud, yang ingin menunjukkan dirinya sebagai sosok pendekar hukum yang bersih dan mengerti tentang regulasi. Menurutnya, Mahfud berhasil menyerang Gibran dan Cak Imin, yang dinilai terperangkap dalam ‘jebakan Batman’ Mahfud terkait istilah regulasi.
Adi melihat bahwa Mahfud bermain dengan taktik menyerang seperti tim sepak bola seperti Arsenal atau Barcelona, “nyerang aja.” Dia mencatat bahwa Mahfud mengkritik Muhaimin terkait IKN dan pembangunan 40 kota setara dengan Jakarta. Selain itu, Gibran juga dikritik oleh Mahfud terkait IKN, dan ketika ditanya tentang investor dari luar, Gibran disuruh “googling.”
Adi menyimpulkan bahwa Gibran tampil percaya diri dan mampu menguasai materi debat. Ia menilai bahwa Gibran berhasil membantah mitos bahwa ia tidak bisa berdebat dan menghancurkan persepsi bahwa Gibran tidak mampu melayani perdebatan dengan para senior seperti Muhaimin Iskandar dan Mahfud Md. Adi Prayitno menyebut penampilan Gibran sebagai paten dan bagus.









