KAB.TANGERANG | TR.CO.ID
Agung Sedayu Grub bersama dengan WBI menggelar aksi penanaman mangrove di kawasan pesisir Tanjung Pasir, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang pada Sabtu, 3 Mei 2025. Dalam semangat menyelamatkan ekosistem pesisir dan mewariskan lingkungan hidup yang lestari bagi generasi mendatang,
Kegiatan bertema “Warga Bumiputra Indonesia Pulihkan Mangrove Pesisir” ini menjadi bagian dari gerakan besar pelestarian lingkungan berbasis masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dipimpin langsung oleh Ketua Umum WBI, Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono, kegiatan ini menyasar restorasi mangrove sepanjang 5 kilometer garis pantai. Dalam doorstop-nya, Hendropriyono menegaskan bahwa gerakan ini merupakan kelanjutan dari komitmen lingkungan yang telah digagas sejak 1995.
“Kita memulai ini dari kesadaran bahwa masa depan umat manusia sangat bergantung pada ekosistem. Penanaman ini adalah langkah konkret untuk menerangi hari depan generasi penerus,” ujar Hendropriyono.
Program ini ditargetkan mencakup 1.600 hektare area mangrove yang akan direhabilitasi melalui kolaborasi WBI dan organisasi mitra seperti Nata Bumi. Aksi ini juga menjadi bagian dari agenda nasional pemulihan ekosistem pesisir yang lebih luas.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, Diaz Hendropriyono, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyambut baik inisiatif masyarakat yang peduli pada pelestarian mangrove. Ia mengingatkan pentingnya peran mangrove dalam mengatasi krisis iklim.
“Mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon sangat tinggi. Ini bukan hanya soal mencegah abrasi, tapi juga mengatasi perubahan iklim global. Tapi ingat, semangat pelestarian ini harus diiringi upaya pengurangan sampah plastik,” tegas Diaz.
Data menunjukkan luas hutan mangrove Indonesia mengalami penurunan tajam dari 4,4 juta hektare pada 1990 menjadi sekitar 3,3 juta hektare saat ini. Padahal, Indonesia memegang sekitar 23 persen dari total ekosistem mangrove dunia, menjadikannya negara kunci dalam perlindungan kawasan pesisir global.
Kegiatan ini juga didukung penuh oleh sektor swasta, termasuk Agung Sedayu Group (ASG) melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) di kawasan PIK 2. Presiden Direktur ASG, Nono Sampono, menekankan bahwa penyelamatan hutan mangrove di kawasan Teluk Jakarta merupakan bagian dari kewajiban moral dan legal pihaknya sebagai pengembang.
“Kami sudah siapkan anggaran sebesar Rp39,6 triliun untuk rehabilitasi lingkungan, termasuk menebalkan hutan mangrove hingga enam kali lipat. Ini bentuk nyata komitmen kami terhadap pembangunan hijau dan berkelanjutan,” jelas Nono.
Kawasan Tanjung Pasir yang dulunya memiliki hutan bakau seluas 1.800 hektare kini menyusut drastis menjadi hanya 91 hektare. Oleh karena itu, kegiatan hari ini bukan hanya simbolis, melainkan menjadi tonggak penting penyelamatan salah satu kawasan pesisir paling rawan di Indonesia.
Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta, aksi ini diharapkan menjadi model sinergi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan,”Tutupnya.









