Asta Cita dan Perang Melawan Narkotika: Jalan Menuju Kemerdekaan Sejati, Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Selasa, 19 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG | TR.CO.ID

Oleh Ketua Umum Lembaga Anti Narkotika
Sultan Rusdal F. Inayatsyah

Alhamdulillāh, bangsa Indonesia hari ini menapaki 80 tahun kemerdekaan. Usia delapan dekade bukan sekadar angka, melainkan simbol perjalanan panjang penuh pengorbanan, doa, dan perjuangan. Para pahlawan telah menebus kemerdekaan ini dengan darah dan air mata. Tugas kita sekarang adalah menjaga serta mengisi kemerdekaan dengan karya nyata demi kejayaan bangsa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun kita juga harus jujur: kemerdekaan sejati belum sepenuhnya kita raih. Ancaman narkotika telah menjadi penjajahan gaya baru yang merusak generasi, menghancurkan moral, dan melemahkan ketahanan bangsa dari dalam. Bila dibiarkan, maka cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 akan terancam. Karena itu, perang melawan narkoba bukan hanya isu kesehatan atau hukum, melainkan perjuangan mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Dalam momentum refleksi 80 tahun ini, saya menegaskan bahwa perjuangan melawan narkotika harus sejalan dengan arah pembangunan nasional yang telah dituangkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Asta Cita:

  1. Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan HAM.
    Perang melawan narkoba adalah menjaga martabat kemanusiaan sesuai nilai Pancasila.
  2. Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, hijau, dan biru.
    Bangsa yang sehat dan bebas narkoba adalah benteng pertahanan sekaligus motor kemandirian nasional.
  3. Meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, industri kreatif, dan infrastruktur.
    Generasi terbebas dari narkoba adalah generasi produktif, inovatif, dan berdaya saing.
  4. Memperkuat pembangunan SDM, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, olahraga, kesetaraan gender, serta peran pemuda, perempuan, dan penyandang disabilitas.
    SDM unggul hanya lahir dari generasi sehat jasmani dan rohani, jauh dari narkoba.
  5. Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk nilai tambah di dalam negeri.
    Industrialisasi membutuhkan tenaga kerja yang kuat, berintegritas, dan bebas dari narkoba.
  6. Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
    Desa yang terbebas dari narkoba akan menjadi fondasi ekonomi nasional yang adil dan sejahtera.
  7. Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba.
    Pemberantasan narkoba adalah bagian langsung dari reformasi hukum demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih.
  8. Memperkuat kehidupan harmonis dengan lingkungan, alam, budaya, serta meningkatkan toleransi antarumat beragama.
    Generasi bebas narkoba adalah generasi yang menjaga budaya luhur, hidup rukun, dan membangun harmoni sosial.
Baca Juga:  Optimalkan Pembangunan Infrastuktur, Jembatan Pintu Air 10 Direvitalisasi

Saudara sebangsa dan setanah air, inilah refleksi kita: kemerdekaan sejati baru akan terwujud bila bangsa ini juga merdeka dari narkoba. Dengan semangat Asta Cita, mari kita satukan langkah, bersatu melawan narkoba, dan bersama membangun Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat.

Baca Juga:  Adu Strategi Kampanye Andra dan Airin, Siapa yang Lebih Efektif?

Hanya dengan generasi yang sehat, cerdas, dan berintegritas, bangsa ini dapat benar-benar mewujudkan Indonesia Emas 2045 — sebuah Indonesia yang kuat dalam ekonomi, tangguh dalam budaya, berwibawa di mata dunia, dan sejahtera bagi seluruh rakyatnya.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-80.
Jayalah bangsaku, jayalah negeriku, jayalah Indonesiaku!

Berita Terkait

Komunitas Diajak Hidupkan Ruang Publik
Generasi Muda Harus Jadi Pemersatu di Era Digital
DPRD Lebak Siap Sidak PT Cemindo Usai Insiden Dugaan Kecelakaan Kerja
Heboh Dugaan Pelecehan ASN di Cilegon
Pesan Menyentuh Abah Entoh di Tengah Lautan Jamaah
Sedikit Kegembiraan Di Tengah Kecemasan Catatan Hendry Ch Bangun
Bijaksana Mengelola Potensi Energi Ketika Tatanan Global Porak Poranda
SIDONI KABUPATEN TANGERANG: INOVASI YANG PATUT DITIRU UDD DI INDONESIA
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:19 WIB

Komunitas Diajak Hidupkan Ruang Publik

Jumat, 17 April 2026 - 15:23 WIB

Generasi Muda Harus Jadi Pemersatu di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 - 10:47 WIB

DPRD Lebak Siap Sidak PT Cemindo Usai Insiden Dugaan Kecelakaan Kerja

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:00 WIB

Heboh Dugaan Pelecehan ASN di Cilegon

Senin, 30 Maret 2026 - 14:54 WIB

Pesan Menyentuh Abah Entoh di Tengah Lautan Jamaah

Berita Terbaru

Bola

Khvicha Kvaratskhelia Pemain Terbaik Liga Champions

Selasa, 2 Jun 2026 - 14:32 WIB

Daerah

Ribuan Penerima Bansos Terindikasi Judol

Selasa, 2 Jun 2026 - 14:30 WIB