KAB.TANGERANG | TR.CO.ID
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang, Banten, mulai surut. Sebanyak 1.188 jiwa yang sebelumnya mengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing setelah banjir dengan ketinggian air mencapai 50 cm merendam permukiman mereka.
Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, membenarkan bahwa banjir terjadi di beberapa kecamatan akibat meluapnya Sungai Cimanceuri dan Sungai Cisadane. “Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah siaga di lokasi untuk membantu warga yang terdampak banjir,” ujar Intan, Senin (3/3/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Banjir melanda Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, dengan ketinggian air mencapai 50 cm. Ratusan warga sempat mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Sementara itu, di Kampung Malang Nengah, Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan, tiga RT dan satu RW terdampak banjir dengan total 350 kepala keluarga (KK) atau sekitar 700 jiwa.
Banjir juga merendam Perumahan Taman Cisoka Indah (TCI) di Blok D RT 17, Kecamatan Cisoka, dengan jumlah korban terdampak sebanyak 137 jiwa. Menurut laporan BPBD Kabupaten Tangerang, penyebab utama banjir di Cisoka adalah meluapnya Sungai Cimanceuri dan anak sungainya akibat hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (2/3/2025) malam.
Selain itu, sebanyak 77 KK (251 jiwa) di Desa Cirarab, Kecamatan Legok, juga terdampak banjir, terutama di dua RT dan satu RW. Namun, saat ini kondisi di Perumahan TCI sudah mulai membaik setelah pihak pengembang melakukan pengerukan sungai dengan alat berat untuk mengatasi pendangkalan akibat timbunan lumpur dan sampah.
Pemerintah daerah terus memantau situasi dan mengimbau warga agar tetap waspada terhadap kemungkinan hujan susulan yang berpotensi menyebabkan banjir kembali.
(cng/ka6/ris/dam)









