BRIN Tunda Menutup Jalan Raya Puspiptek

Rabu, 24 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGSEL | TR.CO.ID

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama pemerintah Provinsi Banten dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menolak rencana penutupan Jalan Raya Puspiptek setelah mendengar aspirasi warga demonstran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai gantinya, mereka berkomitmen untuk melakukan kajian terhadap dampak penutupan jalan tersebut.

Kontroversi terkait rencana penutupan Jalan Raya Puspiptek yang melintasi Kawasan Sains dan Teknologi (KST) BJ Habibie telah menemui titik terang setelah BRIN dan pemerintah daerah menegaskan penolakan terhadap rencana tersebut.

Janji ini disampaikan kepada warga demonstran pada hari Selasa (23/4/2024), setelah berlangsungnya pertemuan yang konstruktif antara kedua belah pihak.

Baca Juga:  Dishub Pasang Rambu Penunjuk Jalan Untuk Kelancaran Arus Mudik Lebaran

Ana Herlina, koordinator KST BJ Habibie, menyampaikan bahwa BRIN bersama pemerintah daerah memutuskan untuk tidak menutup akses Jalan Raya Puspiptek.

Keputusan ini disambut dengan sorak-sorai oleh warga demonstran, yang telah mengutarakan keprihatinan mereka terhadap rencana penutupan jalan tersebut.

“Kebijakan yang diterapkan saat ini adalah pengalihan jalan bagi kendaraan bertonase besar, sementara kendaraan kecil dan roda dua masih diperbolehkan melintas,” jelas Ana, Selasa (23/4/2024).

Selain itu, BRIN dan pemerintah daerah juga berjanji untuk melakukan kajian menyeluruh terhadap akses jalan Lingkar Luar BRIN yang baru dioperasikan sejak akhir 2023.

Baca Juga:  13 Ruas Jalan di Kota Tangerang Diperbaiki Untuk Kelancaran Arus Mudik

Selain itu, Ana juga menyatakan komitmennya untuk menyampaikan aspirasi warga kepada pimpinannya di BRIN. Dia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan yang berdampak pada lingkungan dan kehidupan sehari-hari mereka.

Kajian yang akan dilakukan oleh BRIN dan pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang implikasi dari setiap kebijakan yang diambil, serta memastikan bahwa kepentingan masyarakat dan lingkungan tetap menjadi prioritas utama dalam proses pembangunan dan pengembangan kawasan tersebut. (det/ka6/ris)

Berita Terkait

PT TNG Rencanakan Perapihan Gapura Pasar Anyar Tangerang
Poltekkes Kemenkes Jakarta III Studi Tiru ke Pemkot Tangerang
Pemkot Tangerang Dorong Skrining Online untuk Deteksi Dini TBC
Indeks Daya Saing Kota Tangerang Tembus 4,13
Disbudpar Gelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Personel Lifeguard
UTD PMI Diakui Kemenkes, Pemkot Dorong RS Tingkatkan Layanan
Lindungi Kepentingan Publik, Petugas Gabungan Tertibkan Lahan Bersertifikat di Rawa Bokor Secara Persuasif
RTRW Direvisi, DPRD Tekankan Lindungi Lahan Sawah
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 15:21 WIB

PT TNG Rencanakan Perapihan Gapura Pasar Anyar Tangerang

Jumat, 24 April 2026 - 15:18 WIB

Poltekkes Kemenkes Jakarta III Studi Tiru ke Pemkot Tangerang

Jumat, 24 April 2026 - 15:16 WIB

Pemkot Tangerang Dorong Skrining Online untuk Deteksi Dini TBC

Jumat, 24 April 2026 - 15:11 WIB

Indeks Daya Saing Kota Tangerang Tembus 4,13

Jumat, 24 April 2026 - 15:08 WIB

Disbudpar Gelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Personel Lifeguard

Berita Terbaru

Daerah

PT TNG Rencanakan Perapihan Gapura Pasar Anyar Tangerang

Jumat, 24 Apr 2026 - 15:21 WIB

Daerah

Indeks Daya Saing Kota Tangerang Tembus 4,13

Jumat, 24 Apr 2026 - 15:11 WIB