Diduga Gagal Perencanaan, Pekerjaan Irigasi Bojongkakak Disorot

Jumat, 14 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANDEGLANG | TR.CO.ID

Pembangunan irigasi di Bojongkakak, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, menjadi sorotan setelah munculnya dugaan ketidaksesuaian antara gambar rencana anggaran biaya (RAB) dengan realisasi fisik pekerjaan.

Proyek ini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diawasi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi permukaan yang dilakukan oleh CV. ULIL ALMI, dengan nilai kontrak sebesar Rp1,625,876,476, dimulai pada 6 Februari 2024 dengan jadwal selesai 150 hari kalender.

Namun, pekerjaan terhambat karena adanya dugaan perbedaan antara RAB dan gambar rencana, serta kelangkaan arahan dan pengawasan dari Pelaksana Teknis (Peltek) dan konsultan pengawas.

Baca Juga:  BPBD Lakukan Penyemprotan Jalan

Menurut SB, salah satu pekerja dari CV ULIL ALMI, pekerjaan irigasi Bojongkakak ini sebenarnya bisa sangat cepat dikerjakan kalau perencanaannya sama antara gambar dan RAB.
“Tetapi ada anggaran fisik yang ada di RAB, sedangkan gambar tidak ada, sehingga pekerjaan ini lambat,” katanya, Kamis (13/6/2024).

Sementara itu, Abdul Aziz, Ketua Umum BARAKUDA, menyatakan keprihatinannya, kegiatan ini wajar untuk diawasi, mengingat adanya indikasi aroma yang tidak sedap terkait dengan ketidaksesuaian RAB dan gambar.

“Berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, telah melakukan unjuk rasa sebagai bentuk protes,” tegasnya.

Baca Juga:  Alamat CV Sejahtera Bersama Diduga Fiktif

Dia juga menyerukan agar aparat penegak hukum, baik di Pandeglang (Polres dan Kejaksaan) maupun di Banten (Polda Banten dan Kajati), melakukan penyelidikan terhadap dugaan ketidaksesuaian antara RAB dan gambar, serta kemungkinan adanya pihak ketiga yang menyusup dalam proses lelang proyek ini sebelum dimenangkan oleh CV ULIL ALMI.

“Kami berharap agar dokumen dari konsultan perencana, konsultan pengawas, PPTK, PPK, serta pihak ketiga yang diduga terlibat, dapat diselidiki secara menyeluruh,” tambah Abdul Aziz.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui dinas terkait maupun kontraktor pelaksana belum memberikan tanggapan resmi terkait hal ini. (ian/ris/TR)

Berita Terkait

Satu Keluarga Didalam Mobil Tergelincir Keparit
Polsek Teluknaga Amankan Penjual Obat Tramadol
Hadapi Ancaman Keamanan Data, Diskominfo Gelar Workshop Tren Teknologi AI
Sosialisasi Pilkada Lebak Akan Dilakukan Secara Masif
Maling Bobol Alfamart di Desa Bojongleles
PWI Banten Kunjungi Majelis Dzikir Pondok Cinta Ilahi
Smancik Deklarasi Anti Perundungan dan Kekerasan
Sambut 10 Muharam, SDN Nagara Santuni 17 Siswa Yatim
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juli 2024 - 13:32 WIB

Satu Keluarga Didalam Mobil Tergelincir Keparit

Kamis, 18 Juli 2024 - 13:30 WIB

Polsek Teluknaga Amankan Penjual Obat Tramadol

Kamis, 18 Juli 2024 - 13:27 WIB

Hadapi Ancaman Keamanan Data, Diskominfo Gelar Workshop Tren Teknologi AI

Kamis, 18 Juli 2024 - 13:23 WIB

Sosialisasi Pilkada Lebak Akan Dilakukan Secara Masif

Kamis, 18 Juli 2024 - 13:18 WIB

PWI Banten Kunjungi Majelis Dzikir Pondok Cinta Ilahi

Berita Terbaru

Selebritis

Amel Carla Belum Berencana Menikah

Kamis, 18 Jul 2024 - 14:07 WIB

Daerah

Satu Keluarga Didalam Mobil Tergelincir Keparit

Kamis, 18 Jul 2024 - 13:32 WIB

Daerah

Polsek Teluknaga Amankan Penjual Obat Tramadol

Kamis, 18 Jul 2024 - 13:30 WIB

Daerah

Sosialisasi Pilkada Lebak Akan Dilakukan Secara Masif

Kamis, 18 Jul 2024 - 13:23 WIB