Dishub Menunggu Kebijakan Gubernur Baru, Program BRT Trans Banten Tertunda

Jumat, 19 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERANG | TR.CO.ID

Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten mengumumkan penundaan pelaksanaan program Bus Rapid Transit (BRT) Trans Banten pada tahun ini. Meskipun program tersebut telah memiliki kajian, kendala terkait dengan penganggaran menjadi salah satu hambatan utama.

Kepala Dishub Provinsi Banten, Tri Nurtopo, menjelaskan bahwa kendala utama terletak pada subsidi angkutan massal yang memerlukan kebijakan politik dari Gubernur Banten definitif yang baru.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kendalanya, angkutan massal kemungkinan adalah subsidi, subsidi berlanjut harus ada kebijakan dulu, karena butuh sekian (anggaran),” ujar Tri, kemarin.

Baca Juga:  Perda Kawasan Tanpa Rokok Diberlakukan Bulan Juli

Tri menilai bahwa kebijakan politik dari kepala daerah baru diperlukan untuk melanjutkan pembahasan mengenai proyek Trans Banten. Rencananya, BRT Trans Banten akan menerapkan subsidi kepada penumpang, dan hal ini memerlukan persetujuan dan keputusan dari pemimpin daerah.

Terkait dengan subsidi, Tri menjelaskan bahwa Dishub Provinsi Banten membutuhkan sekitar Rp20 juta per hari untuk alokasi pembiayaan operasional subsidi satu mobil bus. Pendapatan dari pembayaran penumpang diharapkan dapat memberikan kontribusi langsung kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemprov Banten.

Mengenai rute BRT Trans Banten, Tri menjelaskan bahwa rencananya akan dibangun di tiga koridor, yaitu Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon. Namun, ke depan, Dishub berencana untuk mengkonektivitaskan rute hingga Wilayah Banten Selatan.

Baca Juga:  Respons Keluhan Warga, Pemkot Tangerang Tambal Jalan K.H. Agus Salim

“Rutenya masih sama, setelah operasi baru evaluasi, perkembangan. Bukan hanya wilayah Serang-Cilegon, dikoneksikan ke selatan dari Pandeglang-Lebak,” tambahnya.

Dengan penundaan ini, masyarakat diharapkan untuk bersabar dan memahami bahwa kebijakan ini dibuat dengan pertimbangan yang matang untuk keberlanjutan dan keberhasilan implementasi program BRT Trans Banten di masa mendatang.

Penulis : hed/BN

Editor : ris

Berita Terkait

Tak Lolos SD Negeri, Anak di Kota Tangerang Tetap Bisa Sekolah Gratis di Puluhan SD dan MI Swasta
Pemkot Tangerang Percepat Penanganan Keluhan Warga Lewat Evaluasi Kewilayahan
BPBD Kota Tangerang Ingatkan Warga Waspadai Perubahan Cuaca, Hujan Ringan Masih Berpotensi Terjadi
Sky Bridge Batuceper-Poris Plawad Ditargetkan Mulai Dibangun 2027
Pemkot Tangerang Tuntaskan Perbaikan Akses Jalan RSUD Kota Tangerang
Maryono Minta ASN Kota Tangerang Gaspol Tingkatkan Kinerja di Semester II 2026
Pemkot Tangerang Matangkan Penataan Jalan Kiasnawi, Fokus Atasi Macet dan Dongkrak Wisata
Sachrudin Pastikan Pemkot Tangerang Kawal Sensus Ekonomi 2026 Hingga Tingkat RT/RW
Berita ini 90 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 16:20 WIB

Tak Lolos SD Negeri, Anak di Kota Tangerang Tetap Bisa Sekolah Gratis di Puluhan SD dan MI Swasta

Senin, 15 Juni 2026 - 16:16 WIB

Pemkot Tangerang Percepat Penanganan Keluhan Warga Lewat Evaluasi Kewilayahan

Senin, 15 Juni 2026 - 14:18 WIB

BPBD Kota Tangerang Ingatkan Warga Waspadai Perubahan Cuaca, Hujan Ringan Masih Berpotensi Terjadi

Senin, 15 Juni 2026 - 14:15 WIB

Sky Bridge Batuceper-Poris Plawad Ditargetkan Mulai Dibangun 2027

Senin, 15 Juni 2026 - 14:12 WIB

Pemkot Tangerang Tuntaskan Perbaikan Akses Jalan RSUD Kota Tangerang

Berita Terbaru

Pemerintahan

Sky Bridge Batuceper-Poris Plawad Ditargetkan Mulai Dibangun 2027

Senin, 15 Jun 2026 - 14:15 WIB