Embung dan Drainase Dapat Kurangi Banjir

Jumat, 8 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK | TR.CO.ID

Pembangunan Embung atau bangunan konservasi air berbentuk kolam untuk menampung air hujan dan air limpasan diyakini dapat mengurangi dan mengelola resiko banjir terpadu dan berkelanjutan dengan konsep mengelola banjir melalui pendekatan struktural dan non struktural.

Untuk itu pembuatan Embung dan drainase dalam program Flood Management in Selected River Basin (FMSRB) sangat berguna bagi wilayah yang memiliki kondisi rawan bencana, seperti Kabupaten Lebak. Untuk itu, Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri RI memberikan fasilitas dari program FMSRB guna meminimalisir terjadinya resiko banjir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami memberikan fasilitas berupa pembangunan Embung dan drainase untuk Kabupaten lebak, guna menangani dan meminimalisir resiko banjir di daerah,” kata Tenaga Ahli Monitoring dan Evaluasi Flood Management in Selected River Basin (FMSRB), Andi Amiruddin Feriwijaya, ketika mengunjungi Pendopo Lebak, Kamis (07/11/23).

Sejak tahun 2018, lanjut Andi, Kabupaten Lebak terpilih menjadi salah satu sasaran program FMSRB dengan sasaran 61 desa di 14 Kecamatan. Sehingga program FMSRB merupakan program berkelanjutan, dengan harapan membantu pemerintah daerah dalam rangka menangani banjir.

“Program ini berkelanjutan sejak tahun 2018. Sehingga komitmen kami dalam membantu pemerintah daerah dalam menangani resiko banjir dilakukan secara berjenjang,” kata Andi.

Baca Juga:  Tas Kerja, Solusi Inovatif Disnaker untuk Mengatasi Pengangguran

Sementara itu, Pj Bupati Lebak, Iwan Kurniawan, mengaku berterima kasih atas bantuan pembangunan Embung dan Drainase dari Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri RI yang saat ini telah dilakukan di Kabupaten Lebak. Ia menilai, program ini sangat bermanfaat bahkan sangat dibutuhkan oleh Kabupaten Lebak, mengingat Lebak merupakan salah satu wilayah dengan potensi bencana yang tinggi sehingga Iwan berharap program FMSRB ini dapat terus berlanjut.

“FMSRB ini sangat baik dan bagus untuk membantu APBD kita untuk memberikan pelayanan terbaik dalam penanganan banjir maka diharapkan program ini dapat terus berlanjut mengingat Kabupaten Lebak harus banyak diintervensi melihat topografi dan kondisi wilayah Lebak yang rawan terhadap bencana sehingga kami berharap Kabupaten Lebak dapat menjadi perhatian lebih dari kawan kawan di pusat,” kata Iwan.

Kata Iwan, Pemerintah Kabupaten Lebak telah melakukan sinergi dan kolaborasi dengan Perangkat Daerah terkait dalam pelaksanaan Program FMSRB ini diantaranya pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pengolahan sampah melalui metode 3 R Tahun 2019 oleh Bapelitbangda

Baca Juga:  Kemeriahan Culinary Day 2023 Hantarkan Purnabakti Arief-Sachrudin

FMSRB ini juga kata Iwan, sangat baik dan bagus untuk membantu APBD kita untuk memberikan pelayanan terbaik dalam penanganan banjir maka diharapkan program ini dapat terus berlanjut mengingat Kabupaten Lebak harus banyak diintervensi melihat topografi dan kondisi wilayah Lebak yang rawan terhadap bencana sehingga kami berharap Kabupaten Lebak dapat menjadi perhatian lebih dari kawan kawan di pusat.
Lanjut Iwan, saat ini FMSRB sedang memfokuskan pembangunan 21 Embung, 112 Drainase dan Pembangunan Penguatan Lereng Terjal di 32 lokasi oleh Dinas PUPR Kabupaten Lebak, kemudian pelatihan atau simulasi tentang tanggap darurat oleh BPBD dan kegiatan konservasi bagi 152 kelompok tani oleh Dinas Pertanian Kabupaten Lebak.

Kepala Bapelitbangda Kabupaten Lebak Yosep Mohamad Holis menambahkan jika upaya penanggulangan resiko banjir dan longsor melalui program FMSRB difasilitasi Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri RI meliputi penanganan longsor pada wilayah hulu DAS, pelatihan mitigasi banjir, pengadaan sarana komunikasi dan evakuasi, pengadaan peningkatan fungsi sarana pengungsian, peningkatan fungsi drainase, pembangunan jalur dan evakuasi rambu, peningkatan peran masyarakat dalam pengelolaan resiko banjir dan penyusunan kebijakan daerah terkait pengelolaan wilayah sungai.

Penulis : jat

Editor : dam

Berita Terkait

Stabilisasi Harga, Pemkot Tangerang Jual Ratusan Ton Beras SPHP
Komisi III DPR Dukung AHY Berantas Mafia Tanah
Kementerian BUMN Buka Mudik Gratis 80 Ribu Orang
Percepat Implementasi Satu Data Satu Peta, Melalui FGD Tangerang Satu Data
Pemkot Sabet 5 Penghargaan dari Ombudsman, Penyelenggaraan Pelayanan Publik
AHY Resmi Menjadi Menteri ATR/BPN Seusai Dilantik Jokowi
Pemprov DKI Diminta Perbanyak Program Pangan Bersubsidi
Pasca Menghina Petugas PPSU, Lurah Ancol Sampaikan Permohonan Maaf
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 23:00 WIB

Soal Harga Beras Mahal, Kapolres Serang Sebut ada Indikator Spekulan Penimbun Beras

Kamis, 22 Februari 2024 - 14:35 WIB

Dedy Chandra Biasa di Sebut ‘Om Polos Banget’Dipenjara Terkait Kasus Pencemaran

Kamis, 22 Februari 2024 - 11:32 WIB

Seorang Pemuda di Duren Sawit Tewas Diserang Gangster

Rabu, 21 Februari 2024 - 11:26 WIB

KPK Tetapkan 10 Tersangka Kasus Pungli di Rutan

Rabu, 21 Februari 2024 - 11:20 WIB

Terjadi di Sekolah Internasional di Tangsel, Korban Perundungan Diketahui telah Dua Kali Alami Kekerasan

Rabu, 21 Februari 2024 - 11:12 WIB

Tiga Pelaku Pengeroyok Dua Jukir di Kemayoran Ditangkap

Rabu, 21 Februari 2024 - 11:06 WIB

Terkait Polemik Kampung Bayam, Pj Gubernur DKI Dilaporkan ke Ombudsman RI

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:56 WIB

Dua dari Enam Belas Tahanan Kabur di Polsek Tanah Abang kembali Ditangkap

Berita Terbaru

Bola

Final Carabao Cup 2023/2024: Chelsea vs Liverpool

Jumat, 23 Feb 2024 - 16:31 WIB