KAB TANGERANG | TR.CO.ID
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Banten, Airin Rachmi Diany dan Ade Sumardi, menegaskan komitmennya untuk memperhatikan kesejahteraan nelayan melalui program unggulan Nelayan Berdaya. Program ini dirancang untuk memanfaatkan teknologi modern dalam sektor kelautan dan perikanan, dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan di Provinsi Banten.
Saat bersilaturahmi dengan nelayan di Kabupaten Tangerang, Airin menyatakan bahwa program Nelayan Berdaya akan memastikan nelayan memiliki akses ke bahan bakar terjangkau, peralatan penangkapan ikan berbasis teknologi, serta pelatihan untuk memaksimalkan hasil tangkapan. “Nelayan harus diberi perhatian maksimal dari pemerintah daerah. Dengan program ini, kami ingin mempermudah mereka menemukan potensi ikan di laut sekaligus meningkatkan hasil tangkapan,” ujar Airin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Airin juga menekankan perlunya membangun sentra penyimpanan, pelelangan, dan pengolahan hasil perikanan untuk menjaga stabilitas harga ikan sepanjang musim. “Harga ikan harus dijamin stabil. Ini berarti kita harus memastikan suplai dan pasar tetap seimbang, sehingga nelayan sejahtera sepanjang tahun,” tambahnya.
Banten memiliki garis pantai sepanjang 499,62 km yang menghadap Samudra Indonesia, Laut Jawa, dan Selat Sunda. Meski demikian, potensi besar ini, menurut Airin, belum dikelola secara optimal. “Kita memiliki peluang besar untuk meningkatkan produksi kelautan, baik melalui perikanan tangkap maupun budidaya,” jelas mantan wali kota Tangerang Selatan dua periode tersebut.
Data menunjukkan bahwa produksi perikanan tangkap Banten pada 2022 mencapai 67.759,28 ton dengan nilai produksi Rp2,24 triliun, sementara produksi perikanan budidaya mencapai 111.599,30 ton dengan nilai Rp2,49 triliun. Airin melihat ini sebagai potensi besar untuk mendorong program Pengembangan Ekonomi Biru yang menjadi salah satu visi pasangan Airin-Ade.
Pasangan calon nomor urut 1 ini berkomitmen untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan potensi laut dan pesisir yang lebih baik. “Optimalisasi potensi kelautan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat ekonomi daerah,” kata Airin.
Dengan semangat yang sama, Ade Sumardi menambahkan bahwa pemberdayaan nelayan akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penguatan kelembagaan kelompok nelayan hingga penyediaan akses pembiayaan. “Kami ingin memastikan bahwa nelayan Banten memiliki daya saing tinggi dan bisa hidup lebih sejahtera,” tegasnya.
Melalui program Nelayan Berdaya, Airin-Ade berharap dapat mewujudkan Banten sebagai provinsi dengan sektor kelautan dan perikanan yang maju dan berkelanjutan. (dam/ris)









