Hak Jawab RS Sari Asih Cipondoh : Bantah Pelayanan Tidak Optimal

Selasa, 18 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG | TR.CO.ID

Manajemen RS Sari Asih Cipondoh membantah pemberitaan yang memuat keluhan salah seorang keluarga pasien anak, khususnya soal narasi keluhan pelayanan kurang optimal. Hal itu disampaikan melalui surat hak jawabnya.

Berikut isi bantahan dalam surat hak jawab yang diterima awak media, pada Senin (17/11/25).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Pasien anak AR hanya mendapatkan pemeriksaan dari petugas adalah tidak tepat karena pasien yang ditemani ayahnya sudah ditangani dan mendapatkan pemeriksaan langsung oleh dokter spesialis anak di poli klinik Rumah Sakit Sari Asih Cipondoh.
  2. Pernyataan bahwa ‘dokter’ sudah pulang’ adalah karena ketika keluarga pasien kembali ke poli klinik sudah diluar jam praktik dokter. Dan pasien anak AR beserta ayahnya sudah bertemu dan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak sebelumnya.
  3. Pelayanan yang tidak optimal adalah tidak tepat bahwa pelayanan pasien anak AR sudah diperiksa langsung oleh dokter spesialis anak di poli klinik, kemudian pelayanan akan dilanjutkan dirawat inap dan pada waktu tersebut kondisi kamar sedang penuh dan pasien diminta menunggu ketersediaan kamar di IGD akan tetapi keluarga menolak menunggu dan ingin pulang ke rumah (formilir penolakan rawat inap dan pulang atas permintaan sendiri (APS) ditandarangani oleh ayah pasien)
Baca Juga:  Leptospirosis Mengintai di Musim Hujan, Ini Gejala dan Pencegahannya

Adapun kronologi penanganan pasien anak AR adalah sebagai berikut.

  1. Pasien berobat ke poli klinik dokter sprsialis anak ditemani oleh keluarganya ke Rumah Sakit Sari Asih Cipondoh kamis sore tanggal 13 November 2025 pukul 16.40 Wib.
  2. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter spesialis anak di poli klinik, pasien disarankan untuk dilakukan rawat inap.
  3. Kemudian keluarga pasien lanjut ke pendaftaran rawap inap
  4. Petugas RS menginfokan saat itu kamar RS penuh dan diarahkan menunggu di IGD sampai dapat ruang rawat.
  5. Keluarga pasien menolak menunggu kamar tersedia dan memutuskan pulang kerumah untuk rawat jalan
  6. Formulir penolakan rawat inap dan pulang atas permintaan sendiri (aps) ditandatangani oleh ayah pasien
  7. Pasien pulang dengan membawa obat dari resep dokter spesialis anak.
Baca Juga:  Tim SDN Situterate Ikuti Gerak Jalan Santai

Demikian penjelasan dan klarifikasi serta kronologis ini dibuat oleh pihak RS Sari Asih Cipondoh sebagai bentuk hak jawab.

“Demikian hal ini kami sampaikan. Atas kerjasamanya kami ucapkan terimakasih,” tulis managemen RS Sari dalam keterangan resminya,” (cng)

Berita Terkait

Waspada! Tinggi Badan Lansia Menyusut Bisa Menjadi Tanda Osteoporosis
Waspada! Tinggi Badan Berkurang pada Lansia Bisa Jadi Tanda Osteoporosis
Benyamin Perkuat Layanan Kesehatan Jemput Bola
Terapi Radio Frekuensi, Solusi Minim Invasif Atasi Nyeri Lutut Akibat Pengapuran
Beauty, Wellness, and Pain Clinic RS Sari Asih Karawaci. Solusi Hidup Berkualitas
Posyandu Unggulan Kota Tangerang Masuk Babak Final
PMI Beri Penghargaan Pendonor 25 Kali
Akses Jalan RSUD Kota Tangerang Tuntas Diperbaiki
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:23 WIB

Waspada! Tinggi Badan Lansia Menyusut Bisa Menjadi Tanda Osteoporosis

Senin, 13 Juli 2026 - 14:50 WIB

Waspada! Tinggi Badan Berkurang pada Lansia Bisa Jadi Tanda Osteoporosis

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:15 WIB

Benyamin Perkuat Layanan Kesehatan Jemput Bola

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:48 WIB

Terapi Radio Frekuensi, Solusi Minim Invasif Atasi Nyeri Lutut Akibat Pengapuran

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:06 WIB

Beauty, Wellness, and Pain Clinic RS Sari Asih Karawaci. Solusi Hidup Berkualitas

Berita Terbaru