TANGERANG | TR.CO.ID
Penyusutan tinggi badan pada lansia sering dianggap sebagai proses alami penuaan. Padahal, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu tanda osteoporosis, penyakit yang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan berisiko mengalami patah tulang.
Dokter Spesialis Ortopedi RS Sari Asih Karawaci, dr. Handi Suntama E, Sp.OT, AIFO-K, menjelaskan bahwa perubahan postur tubuh, seperti tinggi badan yang berkurang dan tubuh yang mulai membungkuk, tidak boleh dianggap sepele karena dapat menjadi indikator melemahnya kepadatan tulang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Osteoporosis adalah kondisi ketika tulang kehilangan kepadatan dan massa sehingga menjadi rapuh dan mudah patah. Pada kondisi yang berat, patah tulang bahkan dapat terjadi hanya akibat benturan ringan atau aktivitas sehari-hari,” ujar dr. Handi.
Ia menerangkan, osteoporosis dikenal sebagai silent disease karena pada tahap awal umumnya tidak menimbulkan gejala yang jelas. Banyak penderita baru mengetahui dirinya mengalami osteoporosis setelah terjadi patah tulang.
Menurutnya, terdapat beberapa tanda yang perlu diwaspadai, terutama pada kelompok lanjut usia. Salah satunya adalah tinggi badan yang terus menyusut akibat tulang belakang yang melemah dan mengalami penekanan secara perlahan. Selain itu, postur tubuh yang semakin membungkuk juga dapat menjadi indikasi berkurangnya kekuatan tulang belakang.
“Semakin cepat osteoporosis diketahui, maka semakin cepat pula penanganannya,” jelasnya.
Dr. Handi menekankan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan tulang, terutama bagi lansia maupun mereka yang memiliki faktor risiko osteoporosis. Langkah tersebut dinilai dapat membantu mencegah komplikasi berupa patah tulang yang berpotensi menurunkan kualitas hidup.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan fisik pada anggota keluarga lanjut usia. Jika ditemukan tanda-tanda seperti tinggi badan yang berkurang atau postur tubuh yang semakin membungkuk, segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis ortopedi untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Dengan deteksi dini serta penanganan yang sesuai, risiko komplikasi akibat osteoporosis dapat ditekan sehingga lansia tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih sehat, mandiri, dan produktif.(Will)









