TANGERANG | TR.CO.ID
Menjelang Hari Raya Iduladha 1445 H, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) telah melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban di berbagai lapak di seluruh wilayah kota. Hasil dari pengawasan ini menunjukkan bahwa semua hewan kurban dalam kondisi sehat dan aman untuk dikurbankan.
Kepala DKP Kota Tangerang, Muhdorun, menyampaikan bahwa tidak ditemukan adanya kasus Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), ataupun anthrax selama proses pengawasan berlangsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami telah melakukan monitoring secara intensif dengan melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban di sejumlah lokasi lapak dagang. Hasilnya sangat memuaskan, kami tidak menemukan gejala klinis mengenai keberadaan penyakit atau dinyatakan 100 persen sehat,” ujar Muhdorun, Rabu (12/6/24).
Pengawasan kesehatan hewan kurban dilakukan secara merata di berbagai wilayah Kota Tangerang menjelang perayaan Iduladha. Beberapa lokasi yang menjadi sampel pengawasan selama sepekan terakhir meliputi Buaran Indah, Cipondoh, dan Batuceper.
Pengawasan ini dilakukan dengan prosedur ketat, dimana minimal 10 persen dari populasi hewan di setiap lapak diambil sebagai sampel untuk diperiksa kesehatannya oleh tim khusus.
Kami juga telah melakukan pengawasan dengan memperhatikan prosedural yang ketat lewat mengambil sampel minimal 10 persen dari setiap populasi lapak untuk diperiksa kesehatannya oleh tim khusus yang telah disiapkan, tambah Muhdorun.
Selain melakukan pengawasan kesehatan, Pemkot Tangerang juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan selama melakukan transaksi pembelian hewan kurban. Salah satu langkah yang dianjurkan adalah memperhatikan stiker khusus yang ditempelkan oleh tim pengawas di lapak dagang, yang menandakan bahwa hewan kurban di lapak tersebut telah dinyatakan sehat dan aman.
Dengan adanya pengawasan ketat ini, Pemkot Tangerang berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan tenang dan aman, serta memastikan kesehatan hewan kurban yang akan dikonsumsi dan dibagikan kepada masyarakat. (ris/TR)









