JMSI Minta Kapolri Turun Tangan, Usut Kasus Pembakaran Rumah Jurnalis di Tanah Karo

Kamis, 4 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | TR.CO.ID

Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menyampaikan keprihatinan atas kasus kekerasan yang kembali terjadi di Indonesia. Kali ini, kasus tersebut menimpa salah satu wartawan di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, bernama Rico Sempurna Pasaribu.

Patut diduga, kematian Rico dan keluarga dalam peristiwa terbakarnya rumah wartawan Tribarata TV tersebut berkaitan erat dengan tugasnya jurnalistik yang dijalankannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukan tidak mungkin ada keterkaitan peristiwa ini dengan karya jurnalistik yang dihasilkan Rico mengenai maraknya perjudian di Tanah Karo yang diduga dibekingi sejumlah aparatur negara.

Karena itu, JMSI meminta agar Kapolri secara khusus memberikan atensi untuk mengusut dan mengungkap kasus terbakarnya rumah Rico Sempurna Pasaribu demi keadilan dan juga wujud integritas Polri sebagai pengayom komunitas pers di tanah air.

Baca Juga:  Ditresnarkoba Polda Jambi Sita Sabu Senilai Rp 1,6 Miliar

Demikian antara lain disampaikan Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa, dalam keterangan, dikutip Rabu (3/7/24).

Menurut Teguh Santosa, kasus kekerasan terhadap wartawan juga pernah dialami JMSI. Di bulan Februari tahun lalu, Wakil Ketua Umum JMSI Rahiman Dani ditembak dari jarak dekat tak jauh dari rumahnya di Bengkulu. Hingga saat ini, kasus ini belum mampu diungkap Polri.

“Kasus yang menimpa Waketum JMSI belum terungkap. Kini kasus yang lebih sadis terjadi di Tanah Karo. Kami sangat berharap, kegagalan Polri mengungkap kasus terhadap anggota JMSI di Bengkulu, tidak terulang dalam pengungkapan kasus terbakarnya rumah Rico Sempurna,” ujar Teguh.

Baca Juga:  Tiket Kemahalan, Maskapai Penerbangan Kena Sanksi

Dia menilai, Polri perlu memberikan perhatian pada kasus-kasus yang menimpa elemen masyarakat pers nasional, baik wartawan maupun pengelola media.

“Korbannya ini tidak hanya menimpa wartawan, tapi anggota keluarga juga ikut menjadi korban. Ini sudah sangat kelewatan,” kata Teguh Santosa.

JMSI memandang dan percaya bahwa, institusi Polri bisa mengungkap kasus ini dengan menggunakan scientific crime investigation sebagai alat guna mencari tau pelaku serta dalam dibalik terjadinya peristiwa tersebut. (fj/dam)

Berita Terkait

Penjaga Warung Madura di Tangerang Terbakar saat Tangani Tumpahan Bensin
Plh Sekda Buka Kegiatan Peringatan Harganas ke 31
Seorang Biduan Kapal Ditemukan Tewas di Kontrakan di Cilegon
Bendungan Karian Telan Korban
Satu Keluarga Didalam Mobil Tergelincir Keparit
Polsek Teluknaga Amankan Penjual Obat Tramadol
Hadapi Ancaman Keamanan Data, Diskominfo Gelar Workshop Tren Teknologi AI
Maling Bobol Alfamart di Desa Bojongleles
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juli 2024 - 13:25 WIB

Penjaga Warung Madura di Tangerang Terbakar saat Tangani Tumpahan Bensin

Jumat, 19 Juli 2024 - 13:23 WIB

Plh Sekda Buka Kegiatan Peringatan Harganas ke 31

Jumat, 19 Juli 2024 - 11:40 WIB

Bendungan Karian Telan Korban

Kamis, 18 Juli 2024 - 13:32 WIB

Satu Keluarga Didalam Mobil Tergelincir Keparit

Kamis, 18 Juli 2024 - 13:30 WIB

Polsek Teluknaga Amankan Penjual Obat Tramadol

Berita Terbaru

Selebritis

RossaUngkap Keinginan Memiliki Pacar

Jumat, 19 Jul 2024 - 13:27 WIB

Daerah

Plh Sekda Buka Kegiatan Peringatan Harganas ke 31

Jumat, 19 Jul 2024 - 13:23 WIB

Daerah

Polsek Pasar Kemis Laksanakan Gatur Lalin Sore Hari

Jumat, 19 Jul 2024 - 13:20 WIB