JAKARTA | TR.CO.ID
Ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana, terpaksa mundur dari turnamen Macau Open 2024 yang berlangsung di Macao East Asian Games Dome, mulai 24 hingga 29 September 2024. Pelatih kepala ganda putra Indonesia, Aryono Miranat, mengungkapkan alasan di balik keputusan tersebut.
Dalam turnamen bulutangkis level 300 ini, PBSI menurunkan sepuluh wakil dari lima sektor. Namun, Leo dan Bagas tidak termasuk dalam daftar pemain yang berpartisipasi, meskipun mereka sebelumnya terdaftar untuk ikut serta. Berdasarkan informasi dari tournament software BWF, keputusan mundur Leo/Bagas diambil sejak 13 September 2024.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aryono Miranat menjelaskan bahwa meskipun Leo dan Bagas awalnya direncanakan untuk tampil di Macau Open, kendala dalam proses pendaftaran visa menjadi faktor utama mundurnya mereka. “Pendaftaran visa mereka mepet, sehingga kami alihkan ke dua turnamen berikutnya, yaitu Arctic Open dan Denmark Open,” jelas Aryono, kepada media, kemarin.
“Leo dan Bagas sebelumnya didaftarkan untuk Macau Open bersamaan dengan pasangan Daniel Marthin/Muhammad Shohibul Fikri. Namun, setelah hasil di Korea Open, yang kebetulan bertepatan dengan pendaftaran terakhir di Denmark Open, Bagas dan Leo masuk dalam main draw di Denmark,” tambahnya.
Aryono menambahkan bahwa jika mereka tetap berpartisipasi di Macau Open, akan ada risiko tidak cukup waktu untuk mengurus visa ke Eropa. “Oleh karena itu, kami memutuskan untuk membatalkan keikutsertaan mereka di Macau,” ujarnya.
Sementara itu, pasangan Daniel/Fikri tetap akan tampil di Macau Open 2024 karena mereka masih terdaftar dalam daftar tunggu untuk Denmark Open. “Daniel dan Fikri tetap bermain di Macau karena mereka berada di daftar tunggu ke-2 untuk Denmark,” jelas Aryono.
Selain Leo dan Bagas, tiga wakil Indonesia lainnya dari sektor ganda campuran juga menarik diri dari Macau Open 2024. Mereka adalah Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata, dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu. (dts)









