MUI Apresiasi Satgas Pemberantasan Judi Online

Rabu, 10 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK | TR.CO.ID

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, mengapresiasi Satgas Pemberantasan judi online sebagai solusi langkah cepat untuk menyelamatkan masyarakat. Mereka berharap, Satgas pemberantasan judi online itu dapat mencegah virus perjudian di Bumi Multatuli.

“Kita berharap dengan adanya Satgas Pemberantasan judi online dapat mencegah virus perjudian itu,” kata Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak, KH Ahmad Hudori, Selasa (9/7/24).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pencegahan perjudian itu tentu harus melibatkan semua elemen mulai pemerintah, aparat keamanan, pemuka agama, tokoh adat, akademisi dan masyarakat. Dengan terbentuknya, Satgas Pemberantasan judi online itu dipastikan dapat menyelamatkan generasi penerus bangsa.

Sebab, dampak judi online itu banyak membawa kemudaratan dan kesengsaraan bagi pelaku maupun keluarga. Selain itu juga judi online cukup berbahaya bagi kehidupan dan banyak orang terlibat utang, pemalas hingga kehilangan pekerjaan, kasus perceraian dalam rumah tangga serta bisa menjalani sanksi hukum.

Baca Juga:  Pemkot Gelar Lomba Senam Kreasi

Menurut agama Islam bahwa judi itu haram juga secara negara melanggar Pasal 27 ayat 2 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Pasal 303 KUHP tentang perjudian. Oleh karena itu, pihaknya semoga adanya Satgas Pemberantasan judi online di Indonesia dapat ditangani hingga ke akar – akarnya.

Selama ini, kata dia, maraknya judi online telah menyebar hingga hingga ke pelosok-pelosok desa dan sangat berbahaya bagi masa depan generasi bangsa. Mereka juga pelaku judi online berbagai kalangan mulai politisi, ASN, TNI, Polri, ibu rumah tangga, pengangguran hingga anak-anak. Bahkan, judi online tersebut melibatkan 80 ribu usia anak di bawah 10 tahun.

Baca Juga:  Puncak HLUN ke-28 Berlangsung Meriah

“Kami meyakini Satgas Pemberantasan judi online dapat menanganinya dengan baik dan menangkap mulai orang yang mempromosikan judi online, bandar hingga pelakunya,” katanya.

Selain dari MUI, Pemerintah Kabupaten Lebak juga mendukung Satgas Pemberantasan judi online, bahkan Pemkab tidak main main, melalui Asisten daerah (Asda) lll Pemkab Lebak, Febby Hardian mengatakan, jika ada aparatur sipil negara atau tenaga pegawai pemerintahan dengan perjanjian kontrak (PPPK) yang terlibat judi Online, maka akan diberikan sanksi tegas sesuai dengan aturan perundang undangan.

“Kita berharap tidak ada ASN/PPPK yang terlibat judi Online yang kini sedang viral di media sosial. Jika ada yang terbukti melakukan judi online, maka kami akan memberikan sanksi,” kata Febby. (jat/dam)

Berita Terkait

Bocah Tenggelam di Kali Pondok Jaya Ditemukan
Kejari dan RSUD Pakuhaji Operasi Mata Katarak Gratis
Bandar Judi Online Tiga Bulan Raup 200 Miliar
Warga Diminta Waspadai Penyakit Tidak Menular
Empat Balon Pilkada Lebak Diberi Tugas Oleh PPP
Workshop IKM bagi Kepsek dan Guru SD di Jawilan
Jangan Ada Bullying dan Perundungan Saat MPLS
Pj Walikota Sidak Pasar Induk Jatiuwung, Cek Harga dan Pasokan Pangan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juli 2024 - 12:25 WIB

Bocah Tenggelam di Kali Pondok Jaya Ditemukan

Senin, 15 Juli 2024 - 12:23 WIB

Kejari dan RSUD Pakuhaji Operasi Mata Katarak Gratis

Senin, 15 Juli 2024 - 11:31 WIB

Bandar Judi Online Tiga Bulan Raup 200 Miliar

Senin, 15 Juli 2024 - 11:22 WIB

Empat Balon Pilkada Lebak Diberi Tugas Oleh PPP

Senin, 15 Juli 2024 - 10:57 WIB

Workshop IKM bagi Kepsek dan Guru SD di Jawilan

Berita Terbaru

Selebritis

Nagita Slavina Pelihara Banyak Kucing

Senin, 15 Jul 2024 - 12:27 WIB

Daerah

Bocah Tenggelam di Kali Pondok Jaya Ditemukan

Senin, 15 Jul 2024 - 12:25 WIB

Daerah

Kejari dan RSUD Pakuhaji Operasi Mata Katarak Gratis

Senin, 15 Jul 2024 - 12:23 WIB

Hukum & Kriminal

Bandar Judi Online Tiga Bulan Raup 200 Miliar

Senin, 15 Jul 2024 - 11:31 WIB