SERANG | TR.CO.ID
Para kepala sekolah dan guru sekolah dasar dari beberapa kecamatan antusias dan semangat mengikuti Pelatihan pembelajaran Mendalam (PM) Deep Learning, tahun 2025, selama lima hari di TPK SDN Ciruas Permai Kabupaten Serang, Rabu (6/8/2025).
Peserta pelatihan, Kepala Sekolah SDN Situterate, Agus Suherlan dan Kepala Sekolah SDN Kibin, H. Hasuri menceritakan garis besar proses pelatihan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menekankan pada konsep yang mendalam, bukan hanya menghafal materi. Juga membekali pendidik dengan ketrampilan abad 21 seperti kritis, komunikasi, kolaborasi dan kreativitas serta literasi digital dan penguatan karakter.
“Pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang bermakna, berkesadaran dan menggembirakan melalui pendekatan holistik”.
Di tempat yang sama, Peserta lainnya, Kepala Sekolah SDN Maja kecamatan Cikande, Abdul Basit dan Kepala SDN Kadingding, kecamatan Kibin, Romli memberikan keterangan alur pelatihan, pertama peserta memahami konsep dan prinsip pembelajaran mendalam. Selanjutnya mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam konteks pembelajaran nyata. Selanjutnya peserta melakukan refleksi terhadap pengalaman belajar guna perbaikan berkelanjutan.
“Pelatihan ini meningkatkan kompetensi guru dan kepala sekolah dalam memimpin dan melaksanakan pembelajaran yang efektif,”jelasnya.
Sesuai jadwal, hari kedua ini, para kepala sekolah dan guru membuat konsep dan kerangka pembelajaran dilanjutkan penyelarasan pembelajaran mendalam dengan visi, misi dan satuan pendidikan. Kemudian materi kepemimpinan dan pengelolaan pembelajaran mendalam dalam praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, penciptaan lingkungan belajar dan pemanfaatan digital.
Sedangkan ringkasan materi pelatihan pada hari berikutnya antara lain penyusunan rancangan dan mengimplementasikan kolaborasi inkuiri secara terstruktur, materi penunjangnya seperti rencana tindak lanjut, evaluasi penyelenggaraan program, refleksi, asesmen awal dan asesmen akhir.
Melalui kegiatan ini diharapkan guru mampu menciptakan suasana belajar yang lebih reflektif, kontekstual dan membangun pemikiran kritis siswa. (Mur).









