TK Negeri 6 Kota Bekasi Dibobol Maling

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI | TR.CO.ID

Taman kanak-kanak (TK) Negeri 6 Kota Bekasi, yang berlokasi di Komplek Pemda, Kecamatan Jatiasih, dibobol maling.

Kejadian baru diketahui Selasa (6/1/26) sekitar jam 05.00 wib pagi, saat Office Boy Andri Syaputra akan membersihkan halaman sekolah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diceritakan, saat akan membuka gerbang pagar, ia heran karena gemboknya diikat dengan tali sepatu dari dalam. Setelah ikatannya berhasil dicopot, dan pagarnya dibuka, ia segera masuk ke ruangan utama sekolah.

Alangkah kagetnya Ia, didapati ruangan berantakan, semuanya acak-acakan.

Ia segera menelpon kepala sekolah, tetapi hp nya tidak bisa nyambung (tidak ada pulsa), karena biasanya dia memakai wifi milik sekolah. Tetapi Wifi saat itu ternyata tidak aktif (dibongkar maling).

Andri kemudian ambil inisiatif melaporkan ke guru yang rumahnya paling dekat dengan sekolahan. Guru tersebut kemudian memberi tahu kepala sekolah.

”Saya mendapat informasi pertama dari Bu Maswati. Mendapat informasi itu, saya tentu saja panik dan langsung berangkat ke sekolah. Atas saran suami sebaiknya saya melaporkan langsung ke Posek Jatiasih terlebih dahulu. Kebetulan lokasi Polsek tidak jauh dari Sekolah, maka saya langsung ke Polsek,” kata Ary Mugiasih, selaku Kepala Sekolah TKN 6 Kota Bekasi.

Baca Juga:  Bupati Buka Seminar Pendidikan Prasekolah

Selanjutnya sekolah melaporkan ke Polsek Jatiasih. Petugas kepolisian mengingatkan untuk sementara, barang-barang yang diacak-acak maling tidak disentuh sebelum dia datang

Sesampai di sekolah, beberapa guru sudah datang juga Ketua RT dan anggota Linmas, kondisinya benar-benar berantakan, seperti habis gempa.

“Beberapa pintu dan jendela dicongkel. Semua laci guru dibuka, lemari diobrak-abrik. Ruangan saya diaduk-aduk. Brangkas sekolah dibuka. Untunglah di situ tidak ada uangnya,” bebernya.

Sepertinya, maling belum sempat membawa semua barang-barang berharga. Padahal sudah diikat-ikat siap diangkut. Termasuk Wifi dan CCTV yang sudah dicopot-copotin.

Sebagian barang menumpuk di depan pintu utama. Sebagian lagi di ruangan samping. Lucunya tv belajar lebar yang baru datang (kotaknya belum dibuka) sudah diangkut ke luar gedung tapi belum sempat melintasi luar pagar. TV itu disandarkan ke dinding dalam pagar samping kanan sekolah.

”Nah, yang lebih celaka lagi, sound system dan sejumlah peralatan kantor (yang sudah diikat-ikat) berhasil dibawa ke luar komplek sekolahan dan diletakkan di kebun kosong. Tapi belum sempat dibawa,” ujarnya.

Baca Juga:  TK di Cipondoh Makmur Didik Anak Cinta Tanah Air Lewat Lomba 17 an

Tidak lama kemudian, anggota polisi datang untuk melakukan penyelidikan. Mereka mengidentifikasi barang-barang, mengambil foto dan kondisi barang.

Setelah melakukan pengindentifikasian, polisi tmembolehkan mengumpulkan lagi semua barang yang berserakan itu.

“Untugnya Video Data Recorder (VDR) CCTV tidak diambil, tapi kameranya dicopot. Atas bantuan penyedia layanan CCTV , data video bisa buka,” ucap Ary.

Dalam rekaman data itu kelihatan maling hanya satu orang. Pelaku masuk ke komplek sekolah sekitar jam 21.50 wib (tanggal 5/1/26), melalui pagar sampai kanan, kemudian ia mulai beraksi di dalam ruangan sekitar jam 22.20 wib.

“Semua rekaman CCTV sudah kami berikan kepada polisi. Saya juga diminta untuk melihat/menyerahkan rekaman CCTV tetangga kalau ada. Nanti kalau udah dapat akan kami serahkan,” jelasnya.

Setelah didata semuanya, ternyata barang yang sempat dibawa maling adalah 2 buah printer, dan sejumlah barang pribadi milik guru.

“Yang kami laporkan adalah 2 printer inventaris sekolah. Kami diminta untuk datang lagi ke kantor polisi Jatiasih untuk memberi keterangan lebih lanjkut, Jumat, (9/1/26), setelah sholat Jumat,” tukasnya. (mas/dam)

Berita Terkait

Ribuan Penerima Bansos Terindikasi Judol
Ngaku Sepupu Ketua PWI Kota Tangerang Pria 21 Tahun Nekat Datangi Rumah Wali Kota Minta Sumbangan
Lepas Sambut Kajari Kota Tangerang, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum dan Pembangunan
Cegah Praktik Prostitusi, Satpol PP Kota Tangerang Razia Warung Karaoke di Kecamatan Periuk
Operasi Peredaran Miras Digencarkan, Ratusan Botol Berhasil Diamankan Satpol PP Kota Tangerang
Polisi Dalami Kasus Kematian Pelajar di Sukadiri
Petugas Pos Damkar Pinang Diduga Dianiaya, Kepala BPBD : Fokus Pemulihan Korban
Motor Admin Percetakan Hilang di Depan Ruko
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:30 WIB

Ribuan Penerima Bansos Terindikasi Judol

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:37 WIB

Ngaku Sepupu Ketua PWI Kota Tangerang Pria 21 Tahun Nekat Datangi Rumah Wali Kota Minta Sumbangan

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:25 WIB

Lepas Sambut Kajari Kota Tangerang, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum dan Pembangunan

Rabu, 15 April 2026 - 21:35 WIB

Cegah Praktik Prostitusi, Satpol PP Kota Tangerang Razia Warung Karaoke di Kecamatan Periuk

Rabu, 15 April 2026 - 01:40 WIB

Operasi Peredaran Miras Digencarkan, Ratusan Botol Berhasil Diamankan Satpol PP Kota Tangerang

Berita Terbaru

Pemerintahan

Sky Bridge Batuceper-Poris Plawad Ditargetkan Mulai Dibangun 2027

Senin, 15 Jun 2026 - 14:15 WIB