KAB.TANGERANG | TR.CO.ID
Banjir yang melanda Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten, akibat luapan Sungai Cisadane, mulai berdampak pada kesehatan warga. Sebanyak 110 warga mengalami gangguan kesehatan, dengan keluhan dominan berupa gatal-gatal dan kondisi tubuh panas dingin.
Petugas Krisis Kesehatan Puskesmas Tegal Angus, Teluknaga, Anisa Fitri, mengungkapkan bahwa selain gatal-gatal, warga juga mengalami diare, batuk pilek, serta sakit kepala. “Dari laporan warga yang mendatangi posko kesehatan, sebagian besar mengeluhkan penyakit kulit dan infeksi saluran pernapasan akibat kondisi lingkungan yang lembab dan kurang higienis,” ujarnya di lokasi banjir, Selasa (4/3/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Petugas medis dan paramedis telah membuka posko kesehatan di teras Masjid Al Barkah, Tanjung Burung. Posko ini menyediakan berbagai obat-obatan yang dibutuhkan oleh warga terdampak banjir, terutama mereka yang tubuhnya terendam air dalam waktu lama.
Banjir yang terjadi di wilayah tersebut telah merendam tiga kampung di Tanjung Burung, dengan ketinggian air bervariasi. Di Kampung Cirumpak, air mencapai 1,5 meter, sementara di Kampung Beting dan Kampung Barat, ketinggian air berkisar antara 40 cm hingga 70 cm.
Akibat terlalu lama terendam air, beberapa warga juga mengeluhkan maag, nyeri kaki, serta meriang. Salah satu warga terdampak, Lisda Lisdiati (26), yang tengah hamil 29 pekan, mengaku mengalami batuk dan pilek setelah dua hari bertahan di dalam rumah yang terendam air setinggi 70 cm. Ia datang ke posko kesehatan didampingi suaminya, Ues Alqurni (26), untuk mendapatkan pemeriksaan medis dan obat-obatan.
Banjir yang melanda Tanjung Burung disebabkan oleh hujan deras yang mengakibatkan luapan Sungai Cisadane, serta meningkatnya debit air dari hulu di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Meskipun air di Kampung Beting dan Kampung Barat mulai surut, warga tetap waspada terhadap potensi air kiriman dari hulu yang biasanya datang pada malam hari.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang belum menyediakan dapur umum bagi warga terdampak, meskipun perahu karet untuk evakuasi di Kampung Cirumpak telah disiagakan sejak kemarin. Sejauh ini, belum ditemukan korban jiwa atau warga dengan kondisi kesehatan yang mengancam nyawa, namun ambulans telah disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan evakuasi ke rumah sakit. (dam/ka6/ris)









