Usai Santap Sajian di Pesta Pernikahan Keracunan Massal di Cianjur

Senin, 22 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | TR.CO.ID

Sebanyak 51 warga Kampung Cukang Galeuh, Cibodas, Kabupaten Cianjur mendadak bergelimpangan. Bahkan, seorang diantaranya meninggal dunia. Itu semua diduga mereka keracunan usai menyantap hidangan pada acara pesta pernikahan warga.


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Cianjur dr Frida Laila Yahya mengatakan satu orang warga meninggal diduga karena terlambat mendapat penanganan tenaga medis. Sedangkan, puluhan lainnya mendapat perawatan dari puskesmas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT


“Kami mendapat laporan terkait keracunan massal sudah terjadi sejak Sabtu (21/4) setelah warga menyantap hidangan di acara pernikahan, namun pada Minggu (21/4) pagi jumlahnya terus bertambah,” katanya, dikutip republika.


Dinkes Cianjur mencatat, 35 orang yang mengalami keracunan ringan menjalani perawatan di rumahnya masing-masing di bawah pengawasan tenaga kesehatan dari puskesmas. Sedangkan 16 orang lainnya menjalani perawatan di Puskesmas Cijati.

Baca Juga:  Pasca Deklarasi, Airin-Ade Dapat Dukungan Partai Gelora


Sebagian besar mengeluhkan pusing, mual, dan muntah-muntah selang beberapa jam setelah menyantap hidangan prasmanan di pesta pernikahan seorang warga, beberapa orang di antaranya sempat berobat ke bidan setempat.


“Minggu pagi jumlah warga yang mengalami keracunan terus bertambah sehingga kami mengirim petugas ke lokasi untuk mengambil sampel makanan atau muntah warga guna memastikan penyebab keracunan massal itu,” katanya.


Saat ini, tutur dia, petugas yang dikirim ke lokasi akan membawa sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal yang menyebabkan puluhan warga keracunan dan satu orang meninggal dunia.

Baca Juga:  Aksi Bela Palestina Jadi Perhatian Masa Hingga Balon Gubernur


“Untuk warga yang meninggal karena belum sempat dibawa ke tenaga kesehatan atau ke puskesmas sehingga pihak keluarga tidak menduga kalau korban meninggal karena keracunan,” katanya.
Terkait 53 orang warga yang mengalami keracunan di Kecamatan Cikadu, Kamis (19/4) ungkap dia, saat ini sudah kembali pulih meski 5 orang sempat menjalani perawatan intensif di puskesmas, sedangkan penyebab keracunan masih menunggu hasil laboratorium.


“Kalau melihat dari gejala yang menimpa puluhan warga, keracunan massal akibat menyantap hidangan pada acara pernikahan seorang warga, namun untuk pastinya menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” tambahnya. (jr)

Berita Terkait

Peringati Hari Kartini, Dinkes Kota Tangerang Gelar Seminar Kesehatan Mental Perempuan
Mengenal Bahaya Campak pada Anak dan Dewasa
Pemkot Tangerang Raih Penghargaan Kesehatan Bergengsi di National Governance Awards 2026
Raih Penghargaan Nasional Kesehatan Ibu dan Anak, Wali Kota Tegaskan Komitmen untuk Kesejahteraan Masyarakat
Pemkot Tangerang Dorong Skrining Online untuk Deteksi Dini TBC
UTD PMI Diakui Kemenkes, Pemkot Dorong RS Tingkatkan Layanan
Sachrudin Minta Rumah Sakit, Prioritaskan Darah PMI Kota Tangerang
Cegah TBC Sejak Dini, Pemkot Tangerang Dorong Skrining Online Semua Usia
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 19:41 WIB

Peringati Hari Kartini, Dinkes Kota Tangerang Gelar Seminar Kesehatan Mental Perempuan

Senin, 27 April 2026 - 19:24 WIB

Mengenal Bahaya Campak pada Anak dan Dewasa

Sabtu, 25 April 2026 - 19:14 WIB

Pemkot Tangerang Raih Penghargaan Kesehatan Bergengsi di National Governance Awards 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 13:59 WIB

Raih Penghargaan Nasional Kesehatan Ibu dan Anak, Wali Kota Tegaskan Komitmen untuk Kesejahteraan Masyarakat

Jumat, 24 April 2026 - 15:16 WIB

Pemkot Tangerang Dorong Skrining Online untuk Deteksi Dini TBC

Berita Terbaru

Bola

PSG 5-4 Bayern Munich, Drama Hujan Gol di Leg Pertama

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:32 WIB

Daerah

90 Desa Berpotensi Kekeringan

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:30 WIB

Daerah

Kabupaten Tangerang Siap Pimpin Integrasi Aglomerasi

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:23 WIB