Membanggakan, Masyarakat Jepang Antusias Belajar Membatik

Rabu, 18 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TOKYO | TR.CO.ID

Batik tidak sebatas gambar di atas selembar kain. Lebih dari itu, batik adalah jiwa yang menyatu dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Batik juga semakin diminati oleh masyarakat global, sebagaimana terlihat saat masyarakat Jepang yang antusias mengikuti Lokakarya Batik yang diadakan di Tokyo Fuji Art Museum pada Sabtu (7/9).

Lokakarya ini merupakan kolaborasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo dengan Tokyo Fuji Art Museum yang telah dimulai sejak bulan Juli 2024. Berbagai kegiatan telah dilakukan menjelang lokakarya, seperti pameran lukisan, seminar mengenai budaya seni dan pariwisata Indonesia, dan acara anak-anak yang menghadirkan berbagai permainan anak-anak.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) (KBRI) Tokyo, Amzul Rifin, mengatakan bahwa batik tidak melulu soal pakaian. “Dalam konteks pendidikan, terdapat beberapa nilai yang dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan karakter, antara lain: kreativitas, ketekunan, keindahan, dan cinta tanah air,” urainya.

Selanjutnya, di sesi pembukaan Wakil Duta Besar RI di Tokyo, Maria Renata Hutagalung, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya lokakarya batik. “Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan tradisi, termasuk batik, kepada masyarakat Jepang,” tegasnya.

Saat pelaksanaan lokakarya, pengunjung yang hadir mempelajari teknik membatik dan membawa hasil karya pulang sebagai cindera mata. Para pengunjung diberi kesempatan untuk menggunakan canting dan memberi warna pola batik yang telah disediakan oleh panitia.

Baca Juga:  Konsisten dan Komitmen Berdayakan Masyarakat, PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang Mill Raih CSR Award

Selain lokakarya, tersedia juga pojok kebaya, dimana para pengunjung yang tertarik, dapat mencoba untuk memakai kebaya. Selain itu, terdapat beberapa pola batik dan peralatan pembuatan batik yang menarik perhatian para pengunjung untuk mendapatkan penjelasan.

Para pengunjung terkesan dengan penyelenggaraan lokakarya, karena selain mereka dapat mengetahui cara pembuatan batik, mereka juga dapat mencoba sendiri mewarnai batik. Para pengunjung juga dapat pengalaman yang menarik dalam mencoba kebaya batik dan difoto dengan menggunakan kebaya tersebut. (fj/mas/dam)

Berita Terkait

Khvicha Kvaratskhelia Pemain Terbaik Liga Champions
Judi Online Intai Anak-Anak, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Digital
Pendidikan Banten Tunjukkan Tren Positif
Pendaftaran Lomba Pramuka Cinta Masjid Kota Tangerang Dibuka
Pra SPMB 2026 Kota Tangerang Berjalan Lancar, 45 Ribu Peserta Sudah Terverifikasi
Bersama Gubernur Tinjau SPMB, Maryono Tegaskan Komitmen Pendidikan Berkualitas untuk Semua
Ribuan Pelajar Ramaikan O2SN dan FLS3N 2026, Pemkot Tangerang Luncurkan Inovasi Pendidikan Digital
DPAD Kota Tangerang Sambut Anak-Anak Disabilitas Lewat Program Durian dan Storytelling
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:32 WIB

Khvicha Kvaratskhelia Pemain Terbaik Liga Champions

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:15 WIB

Judi Online Intai Anak-Anak, Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Digital

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:46 WIB

Pendidikan Banten Tunjukkan Tren Positif

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:35 WIB

Pendaftaran Lomba Pramuka Cinta Masjid Kota Tangerang Dibuka

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:47 WIB

Pra SPMB 2026 Kota Tangerang Berjalan Lancar, 45 Ribu Peserta Sudah Terverifikasi

Berita Terbaru