TANGERANG | TR.CO.ID
Meski belum ditemukan kasus Mpox di Kota Tangerang, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) tetap gencar melakukan antisipasi dan penanggulangan penyakit tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap perkembangan kasus Mpox di sejumlah daerah di Indonesia.
Sekretaris Dinkes Kota Tangerang, dr. Darto, menjelaskan bahwa meskipun pasien Mpox di Indonesia yang terkonfirmasi telah dinyatakan sembuh, upaya pencegahan melalui edukasi tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sosialisasi mengenai ciri-ciri penyakit Mpox hingga cara pencegahannya terus dilakukan secara maksimal. Kami melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 104 kelurahan, 13 kecamatan, 39 puskesmas, 1.097 posyandu, rumah sakit, dan seluruh fasilitas kesehatan lainnya,” katanya, Kamis (19/9/2024).
Dinkes Kota Tangerang secara rutin melakukan edukasi kepada masyarakat melalui posyandu dan puskesmas. Edukasi diberikan kepada warga yang sedang menunggu antrean pelayanan kesehatan, dilengkapi dengan penyebaran flyer dan pemasangan informasi di tempat-tempat strategis.
“Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peka terhadap gejala dan pencegahan Mpox,” ujarnya.
Melalui sosialisasi yang berulang, kami berharap masyarakat lebih teredukasi dan peka, sehingga mereka dapat menjaga kesehatan diri dan keluarganya dengan lebih baik, tambah dr. Darto.
Selain sosialisasi, Dinkes Kota Tangerang juga memperkuat tim survei dan Pencegahan Penyakit Menular. Tim ini bekerja sama dengan program Cageur Jasa, yang secara aktif turun ke masyarakat untuk mendeteksi indikasi kasus Mpox lebih awal. Dengan sistem proaktif ini, Dinkes berharap dapat mencegah penyebaran Mpox sebelum kasus ditemukan.
“Kami berupaya mencari kasus secara langsung, bukan menunggu laporan. Dengan pendekatan ini, pencegahan dapat dilakukan secara lebih efektif,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik terkait penyebaran Mpox. “Mereka yang terkonfirmasi penyakit ini dapat ditangani dengan cepat dan memiliki peluang sembuh yang besar,” tutupnya. (ris/dam)









