JAKARTA | TR.CO.ID
Pemerintah berjanji memperhatikan keluhan para pengemudi ojek online terkait tuntutannya memangkas potongan aplikasi yang kini sebesar 20%.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah akan menjembatani para driver ojol dengan aplikator. Dia berjanji pemerintah akan membantu mencari titik temu atau solusi untuk pihak ojol dan aplikator.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita sedang berusaha menjembatani, mengkomunikasikan antara aplikator dan teman-teman pekerja ojol untuk mencari titik temu ya. Karena memang harus duduk dan dibicarakan ya. Karena masing-masing kemudian kan memiliki perhitungan-perhitungan ya,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, kemarin.
Ia menjelaskan, para driver ojol ingin agar potongan aplikator dipatok rendah di 10% untuk meningkatkan pendapatan. Namun, aplikator memiliki perhitungan sendiri untuk keberlanjutan usaha aplikasi.
“Teman-teman aplikator memiliki perhitungan dan merasa komposisi 80%-20% itu sudah yang paling tepat. Tapi kemudian juga ada aspirasi dari teman-teman ojol yang porsi 20%-nya itu menjadi 10%,” kata Prasetyo.
Ia juga telah berkoordinasi dengan kementerian terkait soal masalah ini. Semua pihak akan mencari titik temu agar semua pihak bisa berjalan dengan baik.
“Ini kami sudah coba komunikasikan beberapa kementerian terkait kemarin juga sudah menerima audiensi dari teman-teman ojol untuk segera kita carikan titik temunya,” sebutnya.
Prasetyo menambahkan, driver ojol juga tak bisa dipandang sebelah mata. Pergerakan ekonomi dari driver yang jumlahnya sudah banyak di Indonesia harus diperhatikan dengan baik.
“Karena bagaimanapun juga saudara-saudara kita di Ojol ini juga salah satu penggerak roda ekonomi kita. Jumlahnya juga cukup besar dari sisi jumlah pekerja. Kemudian dari sisi kegiatan ekonominya juga itu signifikan. Membantu kita semua kan,” ujar Prastyo.
“Jadi kita mau cari titik temunya supaya untung bersama-sama kan,” tambahnya.(yuo/jr)









