BANTEN | TR.CO.ID
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar pelaksanaannya berjalan sesuai standar nasional dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Kami hadir lengkap dari provinsi hingga kabupaten dan kota. Ini bukti komitmen kami agar program MBG benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Banten,” ujar Andra Soni usai menghadiri Konsolidasi Regional Peningkatan Tata Kelola Program MBG di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, dikutip wartawan, Selasa (14/10/25).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana tersebut diikuti oleh seluruh kepala daerah dari Provinsi Banten, Jawa Barat, dan Daerah Khusus Jakarta. Hadir pula Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, Sekda Provinsi Banten Deden Apriandhi Hartawan, serta para kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ahli gizi, dan mitra pelaksana dari ketiga provinsi.
Menurut Andra Soni, kehadiran lengkap seluruh kepala daerah menunjukkan komitmen kuat untuk menyukseskan program MBG di Banten. Ia menegaskan, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan setiap SPPG berjalan transparan dan memenuhi standar pengelolaan yang ditetapkan oleh BGN.
“SPPG harus terbuka dan memenuhi standar. Provinsi, kabupaten, dan kota punya tanggung jawab memastikan semuanya berjalan sesuai aturan,” tegasnya.
Ia menambahkan, Satgas MBG Provinsi Banten yang dipimpin Sekda Deden Apriandhi telah dibentuk untuk mempercepat pelaksanaan program di lapangan, memperkuat koordinasi, supervisi, serta pengawasan agar pelaksanaan MBG di daerah berjalan efektif.
“Satgas ini bertugas mempercepat pelaksanaan di lapangan dan memastikan koordinasi lintas daerah berjalan baik,” jelasnya.
Andra Soni menyebut, pada tahap penuh nanti, program MBG di Banten akan melibatkan sekitar 1.300 SPPG, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pemerintah daerah wajib memastikan layanan gizi tetap menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.
“Daerah 3T tetap menjadi perhatian. Termasuk masyarakat adat Baduy, karena mereka juga memiliki hak atas program ini,” ujarnya.
Gubernur Andra Soni menambahkan, koordinasi antara Pemprov Banten, pemerintah kabupaten dan kota, serta jajaran BGN terus dilakukan secara intensif, didukung oleh Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang aktif di tingkat daerah.
“Setiap hari saya berkomunikasi dengan SPPI regional Banten. Mereka sudah bekerja baik, tinggal kita dukung agar lebih maksimal,” tuturnya.
Ia berharap, melalui sinergi ini, pelaksanaan program MBG dapat berjalan efektif hingga pelosok wilayah dan menjadi investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang sehat dan berkualitas.
“Program MBG bukan sekadar kegiatan, tapi investasi untuk membangun generasi sehat dan kuat. Banten siap memastikan pelaksanaannya hingga ke pelosok,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan, program MBG merupakan amanat Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan gizi nasional. BGN telah menyiapkan sistem pendukung teknis mulai dari rapid test bahan pangan hingga pendampingan juru masak profesional di setiap SPPG.
“Kami menyiapkan sistem terstandar, termasuk rapid test dan pendampingan juru masak profesional di seluruh SPPG,” jelas Dadan.
Dadan menambahkan, BGN akan menugaskan 5.000 juru masak profesional untuk mendampingi SPPG baru dan memastikan seluruh tahapan pengolahan makanan sesuai standar keamanan pangan. Pada tahun 2026, BGN menyiapkan anggaran sebesar Rp335 triliun untuk mendukung pelaksanaan program MBG di seluruh Indonesia.
“BGN sudah menyiapkan Rp268 triliun ditambah Rp67 triliun yang sudah stand by, total Rp335 triliun untuk tahun 2026,” ungkapnya.
Kegiatan konsolidasi tersebut juga diakhiri dengan pembacaan ikrar bersama oleh seluruh kepala SPPG, ahli gizi, mitra, dan perwakilan yayasan dari ketiga provinsi untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis. (dam/mas/hel)









