Selebgram Laporkan Suami dan Keponakan Diduga Berzina, ke Polres Metro Tangerang Kota

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG | TR.CO.ID

Dugaan tindak pidana perzinahan membawa persoalan keluarga ke ranah hukum. Selebgram Sisca Yessica Nurdin Siregar (36) melaporkan suami sahnya berinisial RDFS (39) dan keponakannya sendiri berinisial ASP ke Polres Metro Tangerang Kota, Selasa malam (6/1/2026).

Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor LP/B/37/I/2026/SPKT/Polres Metro Tangerang Kota/Polda Metro Jaya, yang dibuat sekitar pukul 19.29 WIB.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kuasa hukum pelapor, Kristo Roland Pattiapon dari Brata & Co. Family Consultant, menjelaskan bahwa langkah hukum ditempuh setelah berbagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan dan mediasi tidak membuahkan hasil.

“Kami sudah melalui proses konsultasi dan beberapa kali musyawarah mediasi. Namun karena tidak ada titik temu, klien kami akhirnya menempuh jalur hukum dengan membuat laporan resmi,” ujar Kristo kepada wartawan.

Sisca mengungkapkan, kecurigaannya bermula dari kedekatan suami dan keponakannya yang dinilai tidak wajar. Setelah mengantongi sejumlah bukti, ia sempat meminta klarifikasi kepada kedua terlapor serta keluarga, namun tidak mendapat respons yang dianggap beritikad baik.

Baca Juga:  Sertifikasi Ribuan Aset Tuntas, Pemkot Tangerang Perkuat Tata Kelola Aset Daerah

Ia juga membantah klaim pihak terlapor perempuan yang menyebut dirinya sebagai korban. Menurut Sisca, dugaan perbuatan tersebut dilakukan secara sadar dan berulang.

“Kalau disebut korban, tidak mungkin dilakukan berkali-kali. Korban juga tidak mungkin datang ke rumah dengan santai setiap hari, bahkan menjemput suami orang untuk pergi ke hotel,” ujar Sisca.

Ia menambahkan, berdasarkan bukti yang dimilikinya, pemesanan hotel dilakukan atas nama terlapor perempuan dan dilakukan tanpa paksaan.

“Booking hotel atas nama dia sendiri, datang dengan kesadaran sendiri, berjalan dengan kaki sendiri. Di mana kategorinya sebagai korban?” tegasnya.

Sisca mengaku dugaan perzinahan tersebut berdampak besar terhadap kondisi mental dirinya dan anak-anaknya. Ia menyebut persoalan ini sangat menyakitkan karena melibatkan orang terdekat dalam lingkup keluarga.

“Saya sangat dirugikan, anak-anak saya dirugikan. Keluarga besar saya juga dirugikan, baik secara mental maupun moral,” tuturnya.

Baca Juga:  Kapolrestro Cek Kesiapan Sarpras Hadapi Pemilu

Menurut Sisca, hingga laporan dibuat tidak ada permintaan maaf maupun itikad baik dari para terlapor. Bahkan, persoalan ini sempat memicu ketegangan di lingkungan keluarga besar.

“Saya melapor bukan karena dendam. Saya istri sah dan saya punya hak. Ini juga agar menjadi pembelajaran, supaya perempuan-perempuan di luar sana berpikir ulang sebelum merusak rumah tangga orang,” ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum pelapor menyatakan bahwa laporan tersebut menggunakan Pasal 411 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang mulai berlaku pada 2026, dengan ancaman pidana maksimal satu tahun penjara.

“Pasal yang digunakan adalah Pasal 411 KUHP dengan ancaman pidana satu tahun penjara,” kata Kristo.

Selain laporan polisi, pihak pelapor juga menyerahkan sejumlah alat bukti kepada penyidik, antara lain tangkapan layar percakapan, foto, bukti menginap di hotel, serta pengakuan dari para pihak. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan Polres Metro Tangerang Kota. (Hab)

Berita Terkait

Ribuan Penerima Bansos Terindikasi Judol
Ngaku Sepupu Ketua PWI Kota Tangerang Pria 21 Tahun Nekat Datangi Rumah Wali Kota Minta Sumbangan
Lepas Sambut Kajari Kota Tangerang, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum dan Pembangunan
Cegah Praktik Prostitusi, Satpol PP Kota Tangerang Razia Warung Karaoke di Kecamatan Periuk
Operasi Peredaran Miras Digencarkan, Ratusan Botol Berhasil Diamankan Satpol PP Kota Tangerang
Polisi Dalami Kasus Kematian Pelajar di Sukadiri
Petugas Pos Damkar Pinang Diduga Dianiaya, Kepala BPBD : Fokus Pemulihan Korban
Motor Admin Percetakan Hilang di Depan Ruko
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:30 WIB

Ribuan Penerima Bansos Terindikasi Judol

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:37 WIB

Ngaku Sepupu Ketua PWI Kota Tangerang Pria 21 Tahun Nekat Datangi Rumah Wali Kota Minta Sumbangan

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:25 WIB

Lepas Sambut Kajari Kota Tangerang, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum dan Pembangunan

Rabu, 15 April 2026 - 21:35 WIB

Cegah Praktik Prostitusi, Satpol PP Kota Tangerang Razia Warung Karaoke di Kecamatan Periuk

Rabu, 15 April 2026 - 01:40 WIB

Operasi Peredaran Miras Digencarkan, Ratusan Botol Berhasil Diamankan Satpol PP Kota Tangerang

Berita Terbaru

Pemerintahan

Sky Bridge Batuceper-Poris Plawad Ditargetkan Mulai Dibangun 2027

Senin, 15 Jun 2026 - 14:15 WIB