Waspada! Tinggi Badan Lansia Menyusut Bisa Menjadi Tanda Osteoporosis

Selasa, 14 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG | TR.CO.ID

Penyusutan tinggi badan pada lansia sering dianggap sebagai proses alami penuaan. Padahal, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu tanda osteoporosis, penyakit yang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan berisiko mengalami patah tulang.

Dokter Spesialis Ortopedi RS Sari Asih Karawaci, dr. Handi Suntama E, Sp.OT, AIFO-K, menjelaskan bahwa perubahan postur tubuh, seperti tinggi badan yang berkurang dan tubuh yang mulai membungkuk, tidak boleh dianggap sepele karena dapat menjadi indikator melemahnya kepadatan tulang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Osteoporosis adalah kondisi ketika tulang kehilangan kepadatan dan massa sehingga menjadi rapuh dan mudah patah. Pada kondisi yang berat, patah tulang bahkan dapat terjadi hanya akibat benturan ringan atau aktivitas sehari-hari,” ujar dr. Handi.

Baca Juga:  Aktivis Lingkungan Tanam 5.000 Mangrove di Pesisir Tangerang

Ia menerangkan, osteoporosis dikenal sebagai silent disease karena pada tahap awal umumnya tidak menimbulkan gejala yang jelas. Banyak penderita baru mengetahui dirinya mengalami osteoporosis setelah terjadi patah tulang.

Menurutnya, terdapat beberapa tanda yang perlu diwaspadai, terutama pada kelompok lanjut usia. Salah satunya adalah tinggi badan yang terus menyusut akibat tulang belakang yang melemah dan mengalami penekanan secara perlahan. Selain itu, postur tubuh yang semakin membungkuk juga dapat menjadi indikasi berkurangnya kekuatan tulang belakang.

“Semakin cepat osteoporosis diketahui, maka semakin cepat pula penanganannya,” jelasnya.

Dr. Handi menekankan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan tulang, terutama bagi lansia maupun mereka yang memiliki faktor risiko osteoporosis. Langkah tersebut dinilai dapat membantu mencegah komplikasi berupa patah tulang yang berpotensi menurunkan kualitas hidup.

Baca Juga:  ASN Nyalon Harus Mundur, Pilkada Lebak

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan fisik pada anggota keluarga lanjut usia. Jika ditemukan tanda-tanda seperti tinggi badan yang berkurang atau postur tubuh yang semakin membungkuk, segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis ortopedi untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Dengan deteksi dini serta penanganan yang sesuai, risiko komplikasi akibat osteoporosis dapat ditekan sehingga lansia tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih sehat, mandiri, dan produktif.(Will)

Berita Terkait

Waspada! Tinggi Badan Berkurang pada Lansia Bisa Jadi Tanda Osteoporosis
Pemkot Tangerang Tegaskan Larangan Mengemis di Jalan, Warga Diminta Patuhi Perda
Perumdam TKR Perkuat Dukungan Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin Melalui Penyediaan Air
Pemkot Tangerang Hibahkan Gedung Parkir Rp20,9 Miliar ke Polres Metro Tangerang Kota
Jelang HKG PKK Nasional, Masturoh Sachrudin Perkuat Sinergi dengan Ketua PKK Banten di Makassar
Kota Tangerang Naik Peringkat, Raih Juara II MTQ XXIII Banten 2026
Perumdam TKR Berikan Pemasangan Sambungan Langganan Gratis Sebagai Bentuk Kepedulian Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
Pemkot Tangerang Perluas Akses Kerja Lewat Skema KUR PMI, Maryono: Jangan Terhambat Soal Biaya
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:23 WIB

Waspada! Tinggi Badan Lansia Menyusut Bisa Menjadi Tanda Osteoporosis

Senin, 13 Juli 2026 - 14:50 WIB

Waspada! Tinggi Badan Berkurang pada Lansia Bisa Jadi Tanda Osteoporosis

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:37 WIB

Pemkot Tangerang Tegaskan Larangan Mengemis di Jalan, Warga Diminta Patuhi Perda

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:17 WIB

Perumdam TKR Perkuat Dukungan Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin Melalui Penyediaan Air

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:39 WIB

Jelang HKG PKK Nasional, Masturoh Sachrudin Perkuat Sinergi dengan Ketua PKK Banten di Makassar

Berita Terbaru