Warga Pertanyakan Kualitas Aspal

Rabu, 20 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK | TR.CO.ID

Sejumlah pengguna jalan di wilayah perkotaan mulai dari bunderan Papanggo sampai pasar Rangkasbitung mempertanyakan kualitas aspal yang digunakan untuk memperbaiki ruas jalan milik Provinsi Banten. Pasalnya, baru saja sehari dilakukan pengaspalan, akan tetapi di aspal dibeberapa titik sudah rusak dan mengelupas, terutama di depan Klinik Husada, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kabupaten Lebak.

“Baru sehari dibangun aspal sudah mengelupas. Terutama di depan Klinik Husada,” kata Gilang Ramadhan, warga Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, kepada wartawan, Selasa (19/12/2023).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kata dia, kerusakan aspal tersebut sepertinya disebabkan aspal tidak kuat menahan beban dari kendaraan over tonase yang melintas di jalan depan Klinik Husada. Namun demikian, ia mengharapkan agar pihak pelaksana segera memperbaiki kembali, lantaran, di sepanjang jalan Cijoro depan Klinik Husada tersebut ramai dilalui pengendara motor dan mobil.

Baca Juga:  Anies dan PDIP Dipertemukan oleh Nasib yang Sama

“Saya berharap pelaksana dapat memperbaiki aspal yang mengelupas. Karena jalan itu kerap dilalui berbagai kendaraan,” pinta Gilang.

Kepala Bidang Bina Marga pada PUPR Kabupaten Lebak, Hamdan Soleh mengaku, jika perbaikan jalan di depan Klinik Husada itu dikerjakan oleh pihak PUPR Banten, sehingga ia tidak berkenan untuk memberikan keterangan.

“Itu pekerjaan PUPR Banten kang,” kata Hamdan singkat.

Sementara itu, Elkana, yang disebut sebut sebagai pelaksana kegiatan atau rekanan yang mengerjakan pengaspalan mengakui jika ada aspal yang mengalami kerusakan. Hal itu dikarenakan, ada kendaraan berat berupa sejenis molen yang melintas di depan Klinik Husada. Tentu saja kata dia, akibat dilewati oleh kendaraan jenis molen aspalnya menjadi mengelupas, terlebih saat ini, kondisi aspal dalam keadaan hidup dan baru, sehingga belum layak dilalui oleh kendaraan berat yang memiliki tonase yang tinggi.

Baca Juga:  Kholid Ismail Raih 2 Penghargaan The International Award 2024

“Itu dilewati kendaraan berat jenis molen yang membangun di Klinik Husada. Kita akan meminta pertanggungjawaban pihak Husada, saya kira hanya dititik itu saja yang rusak, lihat saja pas belokan saja, dijalan lurus tidak mengalami masalah,” kata Elkana.

Sampai berita ini dibuat, PUPR Banten belum juga melakukan perbaikan di depan Klinik Husada. Akibatnya, warga yang melintas tidak merasa nyaman karena keberadaan material aspal yang tercecer dipinggir jalan, sehingga dikhawatirkan menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Penulis : eem/jat

Editor : ris

Berita Terkait

90 Desa Berpotensi Kekeringan
KNPI Pertanyakan Jaminan Pemiliharan Rehabilitasi Jalan Surianen – Pasir Gadung
Kabupaten Tangerang Siap Pimpin Integrasi Aglomerasi
Rekomendasi DPRD Jadi Acuan, Pemkot Tangerang Perkuat Kinerja
Tilang ETLE Handheld Resmi Berlaku di Kota Tangerang
Dekra Fest 2026 Angkat Kriya dan UMKM Lokal
Pemkot Tangerang Gelar Sosialisasi Konsumen Cerdas, Dorong Masyarakat Lebih Bijak Bertransaksi di Era Digital
Perbaikan Jalan di Perlintasan Stasiun Poris Dikebut, Pemkot Tangerang Tingkatkan Keselamatan dan Kelancaran Lalu Lintas
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:30 WIB

90 Desa Berpotensi Kekeringan

Kamis, 30 April 2026 - 16:27 WIB

KNPI Pertanyakan Jaminan Pemiliharan Rehabilitasi Jalan Surianen – Pasir Gadung

Kamis, 30 April 2026 - 16:23 WIB

Kabupaten Tangerang Siap Pimpin Integrasi Aglomerasi

Kamis, 30 April 2026 - 16:20 WIB

Rekomendasi DPRD Jadi Acuan, Pemkot Tangerang Perkuat Kinerja

Kamis, 30 April 2026 - 16:13 WIB

Dekra Fest 2026 Angkat Kriya dan UMKM Lokal

Berita Terbaru

Bola

PSG 5-4 Bayern Munich, Drama Hujan Gol di Leg Pertama

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:32 WIB

Daerah

90 Desa Berpotensi Kekeringan

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:30 WIB

Daerah

Kabupaten Tangerang Siap Pimpin Integrasi Aglomerasi

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:23 WIB