BKKBN Yakin Pravalensi Stunting Turun 14 Persen

Selasa, 5 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK | TR.CO.ID

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meyakini jika angka pravalensi stunting atau kekerdilan yang dialami anak-anak usia bawah lima tahun (Balita) akibat gagal tumbuh dipastikan mengalami penurunan 14 persen pada 2024.

“Kita optimis angka prevalensi stunting bisa turun mencapai 14 persen di tahun 2024,” kata Direktur Kesehatan Reproduksi BKKBN, Marianus Mau Kuru, pada Sosialisasi Percepatan Penurunan Stunting bagi Calon Pengantin dan Pasangan Baru Provinsi Banten di Gedung PGRI Kabupaten Lebak, Senin (4/12/23).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keyakinan angka pravalensi stunting menurun itu, karena adanya kerja sama secara kolaboratif antar lembaga negara dan Non-Governmental Organization (NGO) swasta dan lain lain. Penanganan stunting tersebut mulai dilakukan intervensi dari pusat hingga ke desa-desa secara baik dan terencana serta berkolaborasi itu.

BKKBN menargetkan akhir tahun 2023 ini prevalensi stunting bisa menembus 17,8 persen, karena hari ini angkanya di 21,6 dan dipastikan secara nasional bisa tercapai penurunan 14 persen tahun 2024 sesuai harapan Presiden Joko Widodo.

Baca Juga:  1481 Calon PPPK di Lebak Bakal Ikuti Tes CAT

Kata Marianus, saat ini, kasus stunting di Indonesia yang masih tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Barat, tetapi saat ini diberbagai daerah mulai semangat melakukan penanganan Stunting, mulai dari pusat, provinsi, kabupaten/kota sampai desa.

“Kita mengapresiasi penanganan pravalensi stunting di Provinsi Banten dan hanya masih tinggi di dua daerah yakni Kabupaten Pandeglang dan Lebak,” ujarnya.

Menurut Marianus, kegiatan sosialisasi penurunan stunting itu tentu dilakukan dari hulu mulai remaja, calon pengantin hingga kehamilan dan kesehatan bayi. Karena itu, mereka calon pengantin (catin) harus dipersiapkan bagaimana untuk membangun rumah tangga agar melahirkan generasi unggul dan tidak melahirkan anak stunting.

Mereka para catin itu tentu sebelum menikah wajib tercatat dalam aplikasi eksimil, sehingga dalam membangun rumah tangga dapat pembinaan dan edukasi, seperti mengkonsumsi makanan bergizi, pemeriksaan kesehatan rutin, dan jarak kelahiran anak minimal 3-4 tahun.

Baca Juga:  Hasbi dapat Rekom Demokrat

“Kami berharap para catin dan pasangan usia subur (PUS) yang siap membangun rumah tangga nantinya tidak melahirkan anak stunting untuk mempersiapkan generasi emas tahun 2045,” tuturnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Rusman Effendi mengatakan saat ini angka prevalensi di Banten terjadi penurunan dari 25,6 persen, namun kini menjadi 20 persen dari 2021 ke 2023. Karena itu, untuk percepatan penurunan stunting itu harus dilakukan secara bersama-sama, kolaborasi, pentahelix dan sasarannya dari hulu. Jadi, kata dia, jangan sampai sudah terjadi stunting baru dilakukan intervensinya.

“Kami optimistis angka prevalensi 14 persen tahun 2024 bisa terealisasi dengan penangananya dilakukan dari hulu,” katanya.

Sementara itu, pasangan catin Opa dan Arif warga Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengatakan dirinya kemungkinan mengelar pernikahan Desember 2023 dan masuk aplikasi eksimil sehingga mendapatkan pembinaan dan edukasi bagaimana untuk rumah tangga yang sakinah dan tidak melahirkan anak stunting.

Penulis : eem

Editor : dam

Berita Terkait

Puskesmas Turun ke Sekolah Jajanan Siswa Diperiksa
Dinkes Kota Tangerang Luncurkan “BUGAR MOVEMENT”, Dorong Budaya Hidup Sehat Pegawai
Penemuan Alat Deteksi Gizi MBG Berbasis AI
Banyak Jabatan Plt, DPRD Lebak Minta Segera Diisi
Susah Turun Berat Badan? Hindari 3 Jenis Makanan Ini Menurut Dokter Gizi!
Dinsos Lakukan Pengukuran 16 Penerima Kaki Palsu
Sukseskan Program Prioritas Nasional, Pemkot Tangerang Targetkan CKG Seluruh Pegawai
Bupati Lebak Tinjau Pengecoran Jalan Aweh–Leuwidamar, Pastikan Kualitas Sesuai Standar
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:03 WIB

Puskesmas Turun ke Sekolah Jajanan Siswa Diperiksa

Jumat, 17 April 2026 - 13:34 WIB

Dinkes Kota Tangerang Luncurkan “BUGAR MOVEMENT”, Dorong Budaya Hidup Sehat Pegawai

Kamis, 16 April 2026 - 18:06 WIB

Penemuan Alat Deteksi Gizi MBG Berbasis AI

Kamis, 16 April 2026 - 15:23 WIB

Banyak Jabatan Plt, DPRD Lebak Minta Segera Diisi

Kamis, 16 April 2026 - 12:18 WIB

Susah Turun Berat Badan? Hindari 3 Jenis Makanan Ini Menurut Dokter Gizi!

Berita Terbaru

Bisnis

Ratusan Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Pemanfaatan AI

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:29 WIB

Daerah

PDAM TB Targetkan 10 Ribu Pelanggan Baru di Zona 2

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:26 WIB

Daerah

Generasi Muda Harus Jadi Pemersatu di Era Digital

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:23 WIB