LEBAK | TR.CO.ID
Alami Kenaikan 530 Kasus
Data kenaikan kasus stunting di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada tahun 2025 yang disebut bertambah sebanyak 530 anak kini masih dalam tahap verifikasi oleh pemerintah daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Lebak, Widy Ferdian, menyatakan bahwa data tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya karena masih dilakukan pengecekan ulang.
“Hasil input operator di tingkat posyandu dan desa sedang kami krocek. Sekda juga sudah meminta Dinas Kesehatan untuk mengklarifikasi data tersebut,” ujar Widy di Setda Lebak, Senin (30/3/2026).
Berdasarkan data sementara, jumlah kasus stunting di Lebak pada 2024 tercatat sebanyak 4.154 anak. Sementara pada 2025, angka tersebut dilaporkan meningkat menjadi 4.684 anak.
Namun, menurut Widy, kenaikan tersebut tidak merata dan hanya terjadi di beberapa wilayah kerja puskesmas, seperti Pajagan, Cikulur, dan Bayah.
“Ada kenaikan cukup signifikan di beberapa puskesmas. Tapi kami menemukan indikasi anomali karena lonjakannya bisa mencapai 10 hingga 32 persen,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa lonjakan tersebut dinilai tidak wajar, sehingga perlu dilakukan verifikasi lebih lanjut untuk memastikan akurasi data. Kemungkinan kesalahan bisa terjadi akibat perbedaan pemahaman operator atau kendala teknis seperti alat ukur yang tidak standar.
“Tidak mungkin ada penambahan ratusan kasus dalam waktu singkat. Bisa jadi ada kesalahan input atau alat yang bermasalah. Karena itu, verifikasi sangat penting,” tegas Widy.(Hab)









