Dinkes Lebak Tunjukkan Kinerja Optimal di Program Cek Kesehatan Gratis Banten

Selasa, 6 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEBAK | TR.CO.ID

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak menempati peringkat terbaik kedua pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Banten, setelah Kabupaten Tangerang. Hingga akhir tahun ini, capaian CKG di Lebak mencapai sekitar 490 ribu jiwa atau 32 persen dari total 1,5 juta penduduk.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Eka Dharmana Putra, mengatakan capaian tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan pelaksanaan CKG pada tahun mendatang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk tahun depan, kami menargetkan pencapaian program CKG sekitar 50 persen dari total penduduk Kabupaten Lebak,” kata Eka, Senin (05/01/2025).

Eka menjelaskan, guna merealisasikan target tersebut, Dinkes Lebak akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD, BUMN, perusahaan swasta, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, hingga lembaga penegak hukum dan unsur TNI.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045, di mana seluruh lapisan masyarakat diharapkan hidup sehat dan berkualitas.

Baca Juga:  PW IPM Banten Gelar Parlemen Pelajar di DPRD Tangsel: Suarakan Isu Pendidikan, Lingkungan, dan Kesehatan

“Program CKG ini juga sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, kami berharap seluruh masyarakat bisa memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Saat ini, masyarakat Kabupaten Lebak yang telah memanfaatkan layanan CKG didominasi oleh kelompok usia produktif 18–59 tahun, disusul lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun serta balita.

“Kami bekerja keras agar program CKG ini sukses dan benar-benar dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat,” kata Eka.

Ia menambahkan, pemeriksaan CKG sangat penting sebagai langkah deteksi dini untuk mengetahui faktor risiko penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi, diabetes, gangguan kesehatan jiwa, penyakit paru-paru, serta obesitas sentral.

“Jika teridentifikasi positif PTM, masyarakat dapat menjalani pengobatan lanjutan secara rutin di rumah sakit. Tujuannya agar tidak terjadi komplikasi di kemudian hari,” jelasnya.

Baca Juga:  329 Ribu Warga Telah Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis

Eka juga menginstruksikan seluruh puskesmas di Kabupaten Lebak untuk mengoptimalkan pelaksanaan CKG dengan cara jemput bola, menyasar komunitas, lingkungan permukiman warga, hingga perkantoran.

“Petugas puskesmas tidak hanya menunggu, tetapi turun langsung ke masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis,” ujarnya.

Salah seorang warga Kabupaten Lebak, Manan (45), mengaku merasakan manfaat program CKG setelah mendatangi Puskesmas Rangkasbitung dengan membawa identitas diri berupa KTP.

“Saya sering merasa lemas dan haus. Setelah diperiksa, kadar gula darah saya tinggi dan dinyatakan diabetes melitus. Sekarang harus menjalani pengobatan rutin setiap bulan ke rumah sakit,” kata Manan.

Program CKG diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini, sekaligus menekan angka penyakit tidak menular di Kabupaten Lebak. (eem/dam)

Berita Terkait

Waspada! Tinggi Badan Lansia Menyusut Bisa Menjadi Tanda Osteoporosis
Waspada! Tinggi Badan Berkurang pada Lansia Bisa Jadi Tanda Osteoporosis
Benyamin Perkuat Layanan Kesehatan Jemput Bola
Terapi Radio Frekuensi, Solusi Minim Invasif Atasi Nyeri Lutut Akibat Pengapuran
Beauty, Wellness, and Pain Clinic RS Sari Asih Karawaci. Solusi Hidup Berkualitas
Posyandu Unggulan Kota Tangerang Masuk Babak Final
PMI Beri Penghargaan Pendonor 25 Kali
Akses Jalan RSUD Kota Tangerang Tuntas Diperbaiki
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:23 WIB

Waspada! Tinggi Badan Lansia Menyusut Bisa Menjadi Tanda Osteoporosis

Senin, 13 Juli 2026 - 14:50 WIB

Waspada! Tinggi Badan Berkurang pada Lansia Bisa Jadi Tanda Osteoporosis

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:15 WIB

Benyamin Perkuat Layanan Kesehatan Jemput Bola

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:48 WIB

Terapi Radio Frekuensi, Solusi Minim Invasif Atasi Nyeri Lutut Akibat Pengapuran

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:06 WIB

Beauty, Wellness, and Pain Clinic RS Sari Asih Karawaci. Solusi Hidup Berkualitas

Berita Terbaru