TANGERANG | TR.CO.ID
Pemerintah Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, menggelar tabligh akbar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-156 Kecamatan Mauk, Jumat (1/5/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum peluncuran program intervensi penurunan stunting dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Camat Mauk, Angga Yulyantono, mengatakan program diawali dengan pemberian asupan protein hewani kepada 180 balita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ada 180 balita yang kita intervensi dengan asupan ayam kampung satu kilogram, lele satu kilogram, dan telur satu kilogram. Dalam setahun, kita gulirkan tiga sampai empat kali. Kecamatan Mauk termasuk peringkat kedua tertinggi angka stunting di Kabupaten Tangerang,” ujarnya seusai acara.
Selain itu, pemerintah kecamatan juga menggelar bazar murah dengan 2.000 paket sembako yang dipusatkan di Aula Gedung Serbaguna Kecamatan Mauk. Pada malam tabligh akbar, sebanyak 10 unit gerobak jajanan gratis turut dibagikan kepada masyarakat.
Angga juga mengungkapkan rencana revitalisasi makam Ki Mauk yang akan diresmikan pada 17 Mei 2026 mendatang. Program tersebut merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), termasuk relokasi tiga kepala keluarga dari area makam ke lokasi yang lebih layak.
“Total anggaran hanya melaksanakan secara PHBI (Peringatan Hari Besar Islam), sederhana saja, ditambah bantuan dari Apdesi Kecamatan Mauk. Alhamdulillah kami bisa bekerja sama dengan baik dengan teman-teman CSR,” jelasnya.
Di sektor perumahan, lanjut Angga, Kecamatan Mauk telah meresmikan perumahan nelayan di Tanjung Kait pada Februari lalu melalui kolaborasi dengan Habitat for Humanity dan Koperasi Mitra Dhuafa.
Ia juga menyebutkan kunjungan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan beberapa waktu lalu diharapkan dapat mendorong dukungan program pusat untuk pengembangan kawasan wisata Tanjung Kait.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT Kecamatan Mauk ke-156, Muhammad Satibi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Harapan kami, Mauk menjadi ikon kecamatan bersejarah di Kabupaten Tangerang. Para kuncen penjaga situs bersejarah harus diperhatikan, karena tanpa mereka, sejarah Tangerang akan terlupakan,” pungkas Abil sapaan akrabnya. (dam)









