BANTEN | TR.CO.ID
Perempuan-perempuan tangguh dari Provinsi Banten terus menunjukkan eksistensinya di panggung kepemimpinan. Dalam semangat Hari Kartini 2025, tiga sosok inspiratif diantaranya, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, dan bakal Bupati Serang Ratu Zakiyah yang baru saja memenangkan PSU Pilkada Serang versi Quick Count.
Ketiga nya menjadi simbol Kartini masa kini yang tak hanya berani bermimpi, tetapi juga berani memimpin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, dikenal sebagai pemimpin yang cerdas, rendah hati, dan dekat dengan masyarakat. Dalam peringatan Hari Kartini di Kabupaten Tangerang, Intan mengajak perempuan untuk terus menjadi agen perubahan di segala bidang.
“RA Kartini adalah simbol perubahan. Hari ini, perempuan Indonesia tidak lagi hanya menjadi pelengkap, tetapi juga pelopor. Mari kita ambil bagian dalam pembangunan, dengan tetap bangga pada jati diri sebagai perempuan,” ujar Intan kepada Harian Tangerang Raya, Selasa (22/4/25).
Menurut Intan, Makna hari Kartini bukan hanya seremonial yang harus di lakukan tapi menerapkan dan melanjutkan apa yang sudah RA Kartini perbuat untuk perempuan Indonesia.
“Bu RA Kartini bukan hanya bicara emansipasi, tapi merupakan simbol perubahan dan transformasi untuk perempuan Indonesia. Sekarang perempuan Indonesia mempunyai kesempatan yang sama dalam pekerjaan, pengambilan keputusan dan kedudukan dengan tidak melupakan kodrat kita sebagai perempuan,” ungkap Adik kandung Ahmed Zaki Iskandar Bupati Tangerang dua priode itu.
Sementara itu, di Kabupaten Pandeglang, Raden Dewi Setiani yang menjadi kepala daerah perempuan kedua di daerah dengan julukan Sunset Van Java ini menunjukkan kepemimpinan yang kuat dan visioner. Di bawah kepemimpinannya, berbagai program pemberdayaan perempuan dan penguatan peran keluarga masuk dalam visi misinya, yakni terwujudnya keluarga yang sejahtera.
Bupati Dewi berpendapat, peringatan Hari Kartini merupakan momen penting bagi Perempuan Indonesia untuk mengenang perjuangan RA Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan dan kemajuan perempuan Indonesia.
“Bagi kami di Kabupaten Pandeglang semangat Kartini menjadi inspirasi agar Perempuan-perempuan daerah untuk terus maju, mandiri, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan,” terang mantan Kepala Dinas Kesehatan Pandeglang ini.
Di bawah kepemimpinannya, pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan ruang yang luas terhadap kaum Perempuan untuk bisa brkarya, berinovasi, dan menjadi pemimpin di berbagai bidang kehidupan.
“Mari jadikan semangat Kartini ini sebagai pemicu kemajuan dan kesejahteraan bersama. Perempuan di Kabupaten Pandeglang harus menjadi wanita yang sehat, cerdas dan memiliki wawasan luas dan melahirkan generasi emas Indonesia 2045. Kartini memberi kita pelajaran penting bahwa perubahan dimulai dari keberanian. Sebagai perempuan, kita harus hadir dalam ruang-ruang pengambilan keputusan dan terus berkontribusi bagi masyarakat,” tutur Bupati Dewi.
Menurutnya, RA Kartini merupakan sosok inspiratif bagi perempuan Indonesia untuk berkembang serta mampu hadir untuk berkontribusi bagi masyarakat. Kartini bukan hanya bicara emansipasi, tapi merupakan simbol perubahan dan transformasi untuk perempuan Indonesia.
Semangat Kartini yang mengedepankan emansipasi wanita tentu harus dimaknai secara utuh dan tidak parsial.
“Semangat emansipasi wanita itu sangat baik, artinya wanita sekarang perempuan mempunyai kesempatan yang sama dalam pekerjaan, pengambilan keputusan, dan kedudukan dengan tidak melupakan kodrat kita sebagai perempuan,” tutur Dewi.
Tak kalah inspiratif, Ratu Rachmatu Zakiyah, tokoh perempuan asal Banten dan istri Menteri Desa Yandri Susanto, aktif dalam berbagai kegiatan sosial yang berfokus pada pemberdayaan perempuan, salah satunya adalah program UMKM untuk Perempuan.
Diketahui, Ratu Rachmatu Zakiyah pernah menjabat sebagai Ketua Umum Fatayat NU Kabupaten Serang selama dua periode. Dengan pengalaman tersebut, ia memiliki rekam jejak yang kuat dalam organisasi dan pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, Ratu juga mengasuh Pondok Pesantren Al Quran Bai Mahdi Sholeh Ma’mum yang semakin menegaskan dedikasinya dalam bidang pendidikan agama. Latar belakangnya yang kaya akan pengalaman di berbagai bidang.
“Menjadi perempuan bukan alasan untuk mundur, tapi alasan untuk terus melangkah lebih maju seperti Kartini. Selamat Hari Kartini,” ujar Ratu Zakiyah dikutip dari akun instagram @raturachmatuzakiyah.
Ketiganya menjadi potret nyata Kartini Banten masa kini perempuan-perempuan pemimpin yang tidak hanya menempati posisi strategis, tetapi juga menginspirasi ribuan perempuan lainnya untuk bangkit, bergerak, dan berkarya.
Di momentum Hari Kartini ini, Banten menegaskan bahwa perempuan memiliki tempat yang setara dalam membangun bangsa. Dari ruang kebijakan hingga gerakan akar rumput, perempuan Banten berdiri tegak sebagai pilar peradaban dan harapan masa depan. (ian/dam/hel)









