Kenali Gejalanya, Dinkes Kota Tangerang Tekankan Pentingnya Imunisasi untuk Cegah Difteri

Kamis, 25 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG | TR.CO.ID

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, untuk waspada terhadap penyakit difteri dengan mengenali gejalanya sejak dini. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni, Rabu (24/9/25)

“Gejala difteri meliputi infeksi saluran pernapasan akut pada bagian atas, nyeri tenggorokan, nyeri saat menelan, serta demam yang tidak terlalu tinggi, biasanya di bawah 38,5 derajat Celsius. Sebanyak 94 persen kasus difteri menyerang amandel dan tenggorokan,” papar dr. Dini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, gejala lain yang dapat muncul adalah adanya lapisan tipis berwarna putih keabu-abuan atau kehitaman pada amandel, tenggorokan, sistem pernapasan, atau kotak suara. Lapisan tersebut sulit dilepas dan bisa menimbulkan perdarahan jika diangkat.

Baca Juga:  Pentingnya MICA Untuk Memantau Pengobatan Pasien TBC RO

“Difteri ditandai dengan peradangan di area infeksi, terutama pada selaput mukosa yang melapisi amandel, tenggorokan, kotak suara, hidung, hingga kulit. Dalam kondisi lebih parah, penderita dapat mengalami kesulitan menelan, sesak napas, hingga pembengkakan leher yang menyerupai leher sapi atau bullneck,” jelasnya.

Sebagai upaya pencegahan, dr. Dini menegaskan bahwa imunisasi difteri sesuai jadwal program imunisasi nasional menjadi langkah paling efektif. “Imunisasi lengkap sangat penting untuk memberikan perlindungan terhadap difteri dan mencegah penularan di masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, ia menerangkan, vaksin kombinasi yang dapat mencegah difteri antara lain DPT-HB-Hib, yang juga melindungi anak dari pertusis, tetanus, hepatitis B, meningitis, dan pneumonia akibat Haemophilus influenzae tipe B. Selain itu, ada juga vaksin DT (Difteri-Tetanus) dan TD (Tetanus-Difteri) yang diberikan sesuai jadwal imunisasi.

Baca Juga:  Kejari dan RSUD Pakuhaji Operasi Mata Katarak Gratis

“Penemuan dan penatalaksanaan dini kasus difteri dilakukan melalui penyelidikan epidemiologi, merujuk pasien ke rumah sakit, perawatan di ruang isolasi, hingga pemberian profilaksis bagi kontak erat. Semua langkah ini penting untuk menghentikan transmisi difteri,” pungkasnya.

“Dinkes Kota Tangerang berharap masyarakat semakin peduli terhadap pentingnya imunisasi dan mampu mengenali gejala difteri sejak dini untuk mencegah risiko fatal,” tambahnya. (hmi)

Berita Terkait

Waspada! Tinggi Badan Lansia Menyusut Bisa Menjadi Tanda Osteoporosis
Waspada! Tinggi Badan Berkurang pada Lansia Bisa Jadi Tanda Osteoporosis
Benyamin Perkuat Layanan Kesehatan Jemput Bola
Terapi Radio Frekuensi, Solusi Minim Invasif Atasi Nyeri Lutut Akibat Pengapuran
Beauty, Wellness, and Pain Clinic RS Sari Asih Karawaci. Solusi Hidup Berkualitas
Posyandu Unggulan Kota Tangerang Masuk Babak Final
PMI Beri Penghargaan Pendonor 25 Kali
Akses Jalan RSUD Kota Tangerang Tuntas Diperbaiki
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:23 WIB

Waspada! Tinggi Badan Lansia Menyusut Bisa Menjadi Tanda Osteoporosis

Senin, 13 Juli 2026 - 14:50 WIB

Waspada! Tinggi Badan Berkurang pada Lansia Bisa Jadi Tanda Osteoporosis

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:15 WIB

Benyamin Perkuat Layanan Kesehatan Jemput Bola

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:48 WIB

Terapi Radio Frekuensi, Solusi Minim Invasif Atasi Nyeri Lutut Akibat Pengapuran

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:06 WIB

Beauty, Wellness, and Pain Clinic RS Sari Asih Karawaci. Solusi Hidup Berkualitas

Berita Terbaru