PADANG | TR.CO.ID
Calon Wakil Presiden nomor urut 3, Mahfud MD, kembali menegaskan komitmennya terhadap kelanjutan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur, berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022.
Pernyataan ini dia sampaikan di Kota Padang, Sumatra Barat, setelah menghadiri acara bedah visi misi dan uji gagasan yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Andalas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai salah satu pihak yang turut terlibat dalam pembentukan UU tentang IKN, Mahfud MD menegaskan bahwa cita-cita untuk melanjutkan pembangunan IKN harus diwujudkan apabila ia dan pasangannya, Ganjar Pranowo, terpilih nanti.
Namun, ia juga menyoroti perlunya kajian mendalam mengenai tahapan serta penetapan target yang akan menjadi fokus pemerintah dalam kelanjutan proyek ini.
Ketika dimintai penjelasan lebih lanjut mengenai urgensi dan alasan mendesak dalam membangun IKN, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menjawab dengan mempertimbangkan aspek kenyamanan.
“Kami ingin memiliki ibu kota yang nyaman bagi penduduknya,” ujarnya, Senin (18/12/2023).
Sebelumnya, dalam debat capres perdana, capres Ganjar Pranowo telah menanyakan kepada Anies Rasyid Baswedan, calon presiden nomor urut 1, tentang rencana kelanjutan IKN jika terpilih. Anies menanggapi dengan pandangan bahwa masalah yang terjadi di Jakarta, yang akan digantikan oleh IKN, seharusnya diselesaikan daripada ditinggalkan.
“Ketika Jakarta menghadapi masalah lingkungan hidup, lalu lintas, dan kepadatan penduduk, kita harus menyelesaikannya,” jawab Anies saat debat perdana di kantor KPU, Jakarta Pusat.
Anies menyoroti bahwa meninggalkan Jakarta dan memindahkan ibu kota ke IKN di Kalimantan Timur tidak akan secara otomatis menyelesaikan masalah yang ada. Oleh karena itu, menurutnya, yang penting adalah menyelesaikan permasalahan yang ada di Jakarta terlebih dahulu sebelum memutuskan langkah selanjutnya terkait IKN.
Perbedaan pendapat ini menunjukkan kompleksitas dalam merencanakan perpindahan ibu kota negara, yang membutuhkan evaluasi mendalam terhadap berbagai aspek, termasuk kenyamanan bagi penduduk serta penyelesaian masalah di ibu kota saat ini sebelum langkah transisi ke IKN dapat dilakukan.
Penulis : rep
Editor : ris









