TANGERANG | TR.CO.ID
Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, mengeluarkan peringatan tegas kepada jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang terkait pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas sebagai aparatur negara. Hal itu ia sampaikan seusai memimpin apel pagi di halaman Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (26/5/2025).
Dalam arahannya, Maryono menyoroti langsung pola kerja sebagian pejabat struktural yang dinilai mulai kehilangan semangat dan cenderung terjebak pada zona nyaman. Ia menyebutkan bahwa sejak awal berdirinya Kota Tangerang, para aparatur sipil negara (ASN) telah diarahkan untuk mengedepankan nilai-nilai pengabdian, profesionalisme, serta inovasi dalam bekerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sejak era Wali Kota pertama, kita sudah dituntut untuk bekerja bukan hanya dengan akal dan tenaga, tapi juga dengan kreativitas, tanggung jawab, dan disiplin tinggi. Prinsip itu saya pegang sejak hari pertama menjadi pegawai, dan saya yakin prinsip itu pula yang membuat Kota Tangerang bisa berdiri dan berkembang hingga seperti sekarang,” ujarnya.
Maryono menegaskan bahwa kehadiran pada apel pagi, terutama setiap hari Senin, bukan hanya simbol formalitas, tetapi wujud komitmen dan tanggung jawab ASN sebagai pelayan masyarakat. Apel, kata dia, adalah momen penting untuk menyampaikan evaluasi, arahan, dan penyamaan langkah di antara perangkat pemerintah.
“Apel itu kewajiban, bukan rutinitas kosong. Terutama bagi pejabat struktural seperti Kepala Dinas, Sekretaris OPD, Kepala Bagian, Kepala Bidang, hingga Kasubag. Jangan merasa punya privilege hanya karena sudah lama menjabat. Jangan sampai lupa diri,” katanya dengan nada tegas.
Ia bahkan menyindir langsung para pejabat yang mulai kehilangan semangat kerja. “Kalau sudah bosan jadi Kabag, ya silakan, masih banyak yang antre mau ganti. Banyak pegawai muda yang punya semangat tinggi dan siap kerja keras demi kemajuan kota ini,” imbuhnya, yang langsung disambut riuh hadirin apel.
Lebih jauh, Maryono mengingatkan bahwa tugas seorang pejabat daerah tidak boleh sebatas menjalankan program rutin atau sekadar menunggu instruksi. Menurutnya, pejabat publik harus hadir dan tanggap terhadap dinamika di tengah masyarakat, termasuk dalam situasi darurat.
“Kalau ada banjir jam tiga pagi, ya bangun. Ada kebakaran tengah malam, turun ke lapangan. Sampah berserakan di jalanan? Selesaikan saat itu juga, jangan tunggu pagi. Kalau kita baru bergerak saat masyarakat sudah ribut, itu sudah terlambat. Pemimpin harus ada di depan, bukan menunggu,” tuturnya.
Maryono menyebut, gaya kerja seperti itu harus diubah dan ditinggalkan. ASN bukan sekadar birokrat, tetapi agen perubahan dan pelayan masyarakat yang bekerja dengan hati.
“Yang namanya kerja publik itu tidak mengenal waktu. Kita digaji oleh rakyat, berarti kita harus hadir ketika rakyat butuh. Jangan cuma aktif di jam kantor dan abai saat di luar jam tugas,” ucapnya.
Menutup arahannya, Maryono mengajak seluruh aparatur Pemkot Tangerang untuk menjaga dan melanjutkan semangat pengabdian yang telah diwariskan para pemimpin dan ASN generasi terdahulu. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan Kota Tangerang selama lebih dari tiga dekade tidak lepas dari kerja keras dan loyalitas para ASN.
“Kita bukan bekerja hanya untuk hari ini, tapi membangun kesinambungan pengabdian. Semangat itu sudah ada sejak kota ini berdiri 32 tahun lalu. Jangan luntur hanya karena kita terlena oleh jabatan dan fasilitas,” pungkasnya.
Ia berharap, semangat perubahan dan pelayanan publik yang berkualitas terus dijaga oleh seluruh jajaran, mulai dari staf hingga pejabat tinggi. Maryono menegaskan, Pemkot Tangerang harus menjadi contoh pemerintahan yang dinamis, adaptif, dan selalu berpihak pada kepentingan masyarakat. (hab)









