KAB. TANGERANG | TR.CO.ID
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang akan memanggil PT Multikarya Artha Gemilang (MAG) selaku pengembang proyek Pasar Korelet di Kecamatan Panongan, yang hingga kini mangkrak selama 15 bulan. Kondisi ini merugikan para pedagang yang telah membayar uang muka untuk kios mereka.
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, mengatakan bahwa pihaknya tengah menunggu waktu yang tepat untuk meminta pertanggungjawaban dari PT MAG.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Secepatnya kami akan panggil dan meminta penjelasan mengenai alasan proyek ini tidak dapat dilanjutkan,” ujar Bupati Rudi, sapaan akrabnya, saat menghadiri acara Safari Ramadan Gubernur Banten di Masjid Al-Amjad, Tigaraksa, Senin (10/3/2025).
Namun, Rudi belum memberikan kepastian mengenai jadwal pemanggilan tersebut. “Tunggu saja, secepatnya,” tambahnya.
Proyek Pasar Korelet semula direncanakan rampung pada akhir Desember 2024 berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang melibatkan Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja (NKR) dan PT MAG. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Penjabat (Pj) Bupati Tangerang saat itu, Andi Oni, pada 26 Januari 2024.
Pasar yang dibangun di atas lahan seluas 3.475 meter persegi ini dirancang untuk memiliki 285 unit ruang dagang, terdiri dari 88 kios, 16 kios khusus, 150 los, serta 13 los khusus yang dapat menampung total 216 pedagang.
Namun, hingga kini proyek belum terselesaikan, padahal beberapa pedagang sudah membayar uang muka hingga Rp500 juta untuk membeli kios.
Sebagai solusi sementara, Pemkab Tangerang melalui Perumda Pasar NKR telah membangun pasar penampungan yang berlokasi sekitar 100 meter dari lokasi pasar yang mangkrak.
Pasar Korelet memiliki lokasi strategis di area segitiga penghubung antara Parung Panjang (Kabupaten Bogor, Jawa Barat), Tigaraksa, dan Curug. Keberadaannya sangat dinantikan oleh pedagang dan masyarakat setempat untuk meningkatkan aktivitas perdagangan di wilayah tersebut.
Hingga kini, para pedagang masih menunggu kepastian dari pemerintah daerah dan pengembang mengenai kelanjutan proyek ini.
Sampai berita diturunkan, pihak pengembang belum bisa dimintai tanggapannya. (ka6/ris)









