LEBAK | TR.CO.ID
Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Lebak mengamankan puluhan botol minuman keras dari berbagai kios dan toko jamu yang tersebar di wilayah kota Rangkasbitung. Selain minuman keras, polisi juga menemukan pasangan non muhrim alias bukan suami istri sedang berduaan di hotel kelas melati.
Dikatakan Kabag Ops Polres Lebak, Kompol Eddy Prasetyo, puluhan botol minuman keras dan pasangan non muhrim tersebut diamankan dalam rangka operasi penyakit masyarakat di wilayah hukum Kabupaten Lebak, guna meminimalisir terjadinya tindakan yang melanggar hukum menjelang libur dan perayaan natal dan tahun baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita lakukan razia di beberapa kios kios warungan yang di duga menjual minimal keras. Benar saja, setelah dilakukan pemeriksaan terdapat puluhan botol minuman keras di warung warung yang kita periksa. Selain minuman keras, kita juga berhasil mendapati pasangan non muhrim atau bukan suami istri di dalam satu hotel kelas melati,” kata Kabag Ops, Eddy Prasetyo, kepada wartawan, Selasa (05/12/23).
Dijelaskan Kabag Ops, operasi pekat 2023 berlangsung daru tanggal 01 Desember sampai dengan 10 Desember. Sehingga kata dia, saat ini sudah berlangsung lima hari, pelaksanaan pekat ini benar benar untuk memastikan jika menjelang Nataru nanti di wilayah hukum Kabupaten Lebak menjadi kondusif dan bebas dari kejadian yang tidak diharapkan, akibat imbas dari keberadaan bermacam macam penyakit masyarakat.
“Sampai saat ini kita baru mengamankan 39 botol minuman keras, dan satu pasangan bukan suami istri,” terang Kabag Ops.
Pihaknya berpesan, agar masyarakat menjaga kondusifitas di lingkungannya masing-masing dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika ada kegiatan atau hal-hal yang mencurigakan. Sehingga dengan begitu, tindakan melawan hukum bisa diminimalisir sejak dini, tentu peran serta masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk menciptakan situasi yang kondusif.
“Segera lapor kepada petugas jika menemukan gerak gerik yang mencurigakan atau kegiatan kegiatan lain yang berpotensi terjadi kericuhan,” pinta Kabag.
Dikdik, warga Rangkasbitung mendukung razia yang dilakukan pihak kepolisian. Karena saat ini, peredaran minuman keras di sekitar kota Rangkasbitung sangat mengkhawatirkan.
Penulis : jat
Editor : dam









