Seluruh Pendaki Gunung Marapi yang Terdata Ditemukan

Jumat, 8 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAR | TR.CO.ID

Polisi menyatakan satu jenazah korban erupsi Gunung Marapi telah ditemukan pagi ini. Dengan demikian, berdasarkan data pendaki di Posko BKSDA yang berjumlah 75 orang, sudah ditemukan seluruhnya.

“Tadi pagi dapat informasi yang satu ini sudah menuju ke rumah sakit, jadi berdasarkan data sudah lengkap 75,” ungkap Kabid Humas Polda Sumatera Barat (Sumbar) Kombes. Pol. Dwi S, Kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Dwi, meski seluruh korban yang terdata sudah ditemukan, namun proses penyusuran masih akan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi korban lain.

Baca Juga:  Balita di Sepatan Tewas Usai Disengat Ular Cobra

“Data yang kita dapat 75 itu dari pendaki melalui yang terdaftar di online. Dikhawatirkan, masih banyak pendaki lain yang tidak mendaftar melalui aplikasi,” ujarnya, dikutip Wartawan Kamis (7/12/23)

Lebih lanjut diungkapkannya, berdasarkan data dari posko pengaduan di rumah sakit hingga tadi malam, masih ada 30 keluarga yang belum terinfo keberadaan sanak saudaranya. Oleh karena itu, penyisiran hingga saat ini masih terus dilakukan.

“Berarti masih ada tujuh lagi yang harus dicari,” tandasnya.

Ditambahkan Dwi, saat ini situasi penyisiran di puncak Gunung Marapi memang terkendala cuaca. Kerap turunnya hujan membuat jalan pendakian menjadi licin.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Muhyani Berencana Ajukan Restorative Justice

Selain itu, kabut juga menjadi tantangan proses evakuasi. Bahkan, erupsi sendiri masih terus terjadi hingga saat ini.

“SDM daripada tim evakuasi ini memang tidak semua menguasai medan, jadi pada saat kegiatan evakuasi hari ketiga, kami mengikutsertakan masyarakat yang mengetahui situasi di sana,” bebernya.

Masyarakat di sekitar Gunung Marapi sendiri, ujarnya, masih beraktivitas seperti biasa. Sebab, lokasi erupsi jauh dari pemukiman masyarakat.

Penulis : fj/mas

Editor : dam

Berita Terkait

Soal Harga Beras Mahal, Kapolres Serang Sebut ada Indikator Spekulan Penimbun Beras
Polsek Palmerah Mengaku Sulit Identifikasi Pelaku Ranmor Bersenpi
Dedy Chandra Biasa di Sebut ‘Om Polos Banget’Dipenjara Terkait Kasus Pencemaran
Seorang Pemuda di Duren Sawit Tewas Diserang Gangster
KPK Tetapkan 10 Tersangka Kasus Pungli di Rutan
Terjadi di Sekolah Internasional di Tangsel, Korban Perundungan Diketahui telah Dua Kali Alami Kekerasan
Tiga Pelaku Pengeroyok Dua Jukir di Kemayoran Ditangkap
Terkait Polemik Kampung Bayam, Pj Gubernur DKI Dilaporkan ke Ombudsman RI
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 23:00 WIB

Soal Harga Beras Mahal, Kapolres Serang Sebut ada Indikator Spekulan Penimbun Beras

Kamis, 22 Februari 2024 - 14:35 WIB

Dedy Chandra Biasa di Sebut ‘Om Polos Banget’Dipenjara Terkait Kasus Pencemaran

Kamis, 22 Februari 2024 - 11:32 WIB

Seorang Pemuda di Duren Sawit Tewas Diserang Gangster

Rabu, 21 Februari 2024 - 11:26 WIB

KPK Tetapkan 10 Tersangka Kasus Pungli di Rutan

Rabu, 21 Februari 2024 - 11:20 WIB

Terjadi di Sekolah Internasional di Tangsel, Korban Perundungan Diketahui telah Dua Kali Alami Kekerasan

Rabu, 21 Februari 2024 - 11:12 WIB

Tiga Pelaku Pengeroyok Dua Jukir di Kemayoran Ditangkap

Rabu, 21 Februari 2024 - 11:06 WIB

Terkait Polemik Kampung Bayam, Pj Gubernur DKI Dilaporkan ke Ombudsman RI

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:56 WIB

Dua dari Enam Belas Tahanan Kabur di Polsek Tanah Abang kembali Ditangkap

Berita Terbaru

Bola

Final Carabao Cup 2023/2024: Chelsea vs Liverpool

Jumat, 23 Feb 2024 - 16:31 WIB